Haryadi, Eks Jurnalis Asal Pasaman Lolos Seleksi Nasional ASN Karier ke Kementerian

PenaHarian.com
6 Jul 2026 16:52
4 menit membaca

PASAMAN – Kesempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah untuk berkarier di tingkat kementerian kini semakin terbuka melalui sistem manajemen talenta nasional. Meski demikian, proses seleksinya berlangsung sangat ketat karena mempertimbangkan kompetensi, kualifikasi, rekam jejak, serta kebutuhan formasi di instansi tujuan. Senin, 6 Juli 2026.

Hal tersebut terlihat pada proses Seleksi Nasional Mutasi ASN melalui sistem Integrated Mutasi (I-Mut) ASN Karier. Dari dua ASN Pemerintah Kabupaten Pasaman yang mengikuti seleksi menuju kementerian berbeda, hanya satu orang yang berhasil melewati seluruh tahapan dan dinyatakan diterima.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pasaman, Deswin Adia Putra, mengatakan seleksi mutasi tersebut dilaksanakan sekitar dua bulan lalu melalui sistem nasional ASN Karier pada MyASN yang terintegrasi dengan manajemen talenta ASN Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Menurut Deswin, dua ASN mengikuti proses mutasi melalui sistem I-Mut. Namun, hanya satu peserta yang berhasil lolos dari tahap awal hingga akhir seleksi. Sementara satu peserta lainnya belum memenuhi persyaratan sesuai kebutuhan formasi pada instansi tujuan.

ASN yang dinyatakan lolos telah melewati serangkaian tahapan seleksi, mulai dari administrasi, uji kompetensi, pendalaman kompetensi, penilaian kualifikasi, hingga wawancara yang dilakukan oleh BKN bersama kementerian terkait.

Ia menjelaskan, sistem manajemen talenta kini menjadi instrumen penting dalam pengembangan karier ASN secara nasional. Melalui mekanisme tersebut, setiap ASN memiliki peluang yang sama untuk mengembangkan karier, termasuk mengisi jabatan di kementerian maupun lembaga negara lainnya.

Deswin menambahkan, setiap kementerian memiliki kebutuhan jabatan yang berbeda sehingga kesesuaian kompetensi dan rekam jejak menjadi faktor utama dalam proses seleksi. Karena itu, persaingan berlangsung cukup kompetitif.

Selain itu, penerapan sembilan kotak manajemen talenta (talent pool) menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kualitas ASN, baik dari aspek kompetensi, potensi maupun kinerja sesuai jabatan yang diemban.

Proses seleksi juga dilakukan melalui berbagai metode penilaian, termasuk ujian berbasis komputer dengan standar passing grade yang cukup tinggi serta wawancara langsung. Seluruh tahapan tersebut bertujuan memastikan ASN yang diterima benar-benar memiliki kapasitas sesuai kebutuhan instansi.

Keberhasilan salah seorang ASN Pasaman menembus seleksi kementerian diharapkan menjadi motivasi bagi ASN lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pasaman juga menilai penerapan manajemen talenta menjadi momentum lahirnya budaya kerja ASN yang lebih adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada prestasi.

Bupati Pasaman Welly Suhery turut menyampaikan ucapan selamat kepada Haryadi, ASN pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman yang berhasil lulus Seleksi Nasional Mutasi melalui sistem I-Mut ASN Karier BKN.

“Selamat kepada saudara, semoga dapat mengabdi dengan baik di tempat yang baru,” ujar Bupati Welly.

Menurut Welly Suhery, penerapan manajemen talenta merupakan strategi penting dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berbasis kompetensi. Dengan sistem tersebut, ASN tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan karier secara terbuka hingga ke kementerian maupun lembaga negara.

Ia menilai mutasi antarinstansi bukan sekadar perpindahan tempat tugas, melainkan bagian dari penguatan kapasitas aparatur. ASN yang memiliki kompetensi, integritas, dan kinerja baik akan memiliki peluang lebih besar mengisi formasi strategis di tingkat nasional.

Bupati juga berharap pengalaman ASN yang berkarier lintas lembaga mampu membawa inovasi, wawasan baru, dan budaya kerja yang semakin baik sehingga berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sosok ASN yang berhasil lolos dalam Seleksi Nasional Mutasi melalui pola I-Mut ASN Karier BKN tersebut adalah Haryadi. Ia merupakan ASN asal Kabupaten Pasaman yang sebelumnya dikenal sebagai seorang jurnalis sebelum berkarier di pemerintahan.

Dalam perjalanan sebagai ASN, Haryadi pernah bertugas di BP2KP dan BKD, kemudian dipercaya menjadi Kasubag Umum di kecamatan, Kepala Tata Usaha SKB, hingga menjabat Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Pasaman.

Terakhir, Haryadi menjabat sebagai Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penguatan Kelembagaan Statistik Sektoral pada Bidang Persandian dan Statistik Sektoral Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman.

Perjalanan karier tersebut menunjukkan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat meningkatkan kemampuan dapat membuka kesempatan berkarier hingga tingkat kementerian melalui seleksi nasional yang kompetitif.

Selain berkiprah di pemerintahan, Haryadi juga dikenal sebagai sosok kreatif. Ia menciptakan batik khas Pasaman bermotif “Sisiak Ikan” yang telah memperoleh hak paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) atas nama dirinya.

Kemampuan menulis juga menjadi salah satu keunggulannya. Berbagai karya tulis dan gagasannya pernah meraih penghargaan dalam lomba tingkat lokal maupun nasional. Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman, ia juga aktif menyusun rilis serta informasi publik yang disampaikan kepada masyarakat.

Di tengah kesibukannya sebagai ASN, Haryadi tetap menjadikan aktivitas menulis sebagai sarana menyampaikan gagasan dan memberikan inspirasi. Ia juga tercatat sebagai lulusan terbaik STIA LAN RI serta pernah mengikuti program pengembangan di Amerika Serikat yang semakin memperkuat kompetensi dan wawasannya sebagai ASN asal daerah.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x