Gubernur Mahyeldi Perintahkan SPPG Palupuh Ditutup Sementara, Tunggu Hasil Investigasi

PenaHarian.com
3 Sep 2026 21:44
3 menit membaca

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, meminta operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dihentikan sementara. Langkah tersebut dilakukan menyusul dugaan gangguan kesehatan yang dialami 237 siswa dan guru setelah mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).

Mahyeldi mengatakan penghentian sementara merupakan langkah kehati-hatian untuk memastikan keamanan makanan sekaligus memberikan kesempatan kepada tim terkait melakukan pemeriksaan dan investigasi.

“Demi keamanan, operasional dapur SPPG kita hentikan sementara. Amankan dan periksa seluruh prosesnya, termasuk sampel makanan. Setelah hasil pemeriksaan keluar dan dipastikan tidak ada pelanggaran atau persoalan yang membahayakan, baru operasional dapat dilanjutkan,” tegas Mahyeldi usai menghadiri kegiatan di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, pemeriksaan diperlukan agar penyebab kejadian dapat diketahui secara objektif. Investigasi dilakukan instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bersama pihak terkait lainnya.

Mahyeldi juga meminta seluruh pengelola dapur SPPG di Sumbar memperketat pengawasan terhadap kebersihan, proses pengolahan hingga distribusi makanan. Setiap potensi persoalan diminta segera dikoordinasikan dengan instansi kesehatan dan pihak terkait.

“Ini menjadi evaluasi serius bagi seluruh pengelola dapur MBG. Jangan sampai program yang bertujuan mulia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak justru menimbulkan persoalan kesehatan. Keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Puskesmas Palupuh dan 13 puskesmas pembantu (pustu), sebanyak 237 siswa dan guru dilaporkan mengalami mual, sakit perut, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9/2026). Sebagian di antaranya sempat mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan sampel makanan serta dapur SPPG dilakukan untuk memastikan sumber keluhan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.

Kepala SPPG Palupuh, Wahyu Saputra, mengatakan menu MBG yang dibagikan pada Selasa (1/9) terdiri atas telur puyuh dan sayuran berupa timun, tomat, serta selada.

Menurut Wahyu, tidak ada laporan keluhan kesehatan saat makanan dibagikan. Pihak SPPG baru mengetahui adanya keluhan dari siswa pada hari berikutnya.

“Kami juga terkejut dengan kejadian ini. Saat pembagian MBG tidak ada laporan terkait keluhan atau dugaan keracunan. Kami sekarang berkoordinasi dengan pihak terkait dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan,” katanya.

Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Agam, Aryo, menyebut pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi dari berbagai pihak untuk memastikan kronologi serta penyebab kejadian.

Koordinasi juga dilakukan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan KPPG terkait.

Berdasarkan informasi terakhir, seluruh siswa dan guru yang sebelumnya menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Pemprov Sumbar terus memantau kondisi mereka dan menunggu hasil pemeriksaan sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x