Mahyeldi Andalkan Dua Inovasi Unggulan Sumbar dalam Penilaian IGA 2026

PenaHarian.com
4 Nov 2026 07:23
3 menit membaca

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, memaparkan dua inovasi andalan daerah dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Presentasi dilakukan secara daring dari Istana Gubernuran, Padang, Selasa (3/11/2026).

Dua inovasi yang menjadi unggulan Pemprov Sumbar tersebut yakni Lameh Kesa dan Udah Gagah. Keduanya dinilai memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, baik dalam meningkatkan perekonomian berbasis potensi lokal maupun memperkuat pelayanan kesehatan jiwa.

Lameh Kesa merupakan inovasi pengolahan nira kelapa sawit menjadi gula merah. Program ini dikembangkan untuk memberikan nilai tambah terhadap perkebunan sawit sekaligus membuka peluang pendapatan alternatif bagi petani.

Dalam pemaparannya, Mahyeldi menjelaskan, inovasi tersebut mengubah pemanfaatan tanaman sawit yang selama ini identik dengan produksi minyak menjadi bahan baku pembuatan gula merah melalui pengolahan niranya.

Salah satu wilayah pengembangan inovasi ini berada di Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat. Berdasarkan perhitungan yang disampaikan, pengolahan nira sawit dari satu hektare perkebunan berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp34 juta jika dipasarkan dalam bentuk gula cair.

Nilai tersebut bahkan dapat meningkat hingga Rp72 juta apabila diolah menjadi gula merah cetak. Selain meningkatkan pendapatan petani, inovasi ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan menjadi sumber penghasilan alternatif ketika kebun sawit menjalani masa peremajaan atau replanting.

Lameh Kesa juga dinilai memberikan manfaat terhadap lingkungan karena dapat mengurangi praktik pembakaran bagian tanaman sawit yang berpotensi menimbulkan asap. Inovasi tersebut bahkan telah direplikasi di sejumlah daerah, termasuk Kota Padang Panjang.

Sementara itu, inovasi kedua, Udah Gagah, berfokus pada deteksi dini kekambuhan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Program ini melibatkan pendampingan keluarga dan tenaga kesehatan agar gejala kekambuhan dapat diketahui lebih awal dan segera mendapatkan penanganan.

Melalui program tersebut, Pemprov Sumbar berupaya menekan risiko kekambuhan sekaligus mencegah praktik pemasungan terhadap ODGJ. Hingga saat ini, Udah Gagah telah menjangkau sekitar 2.000 penerima manfaat dan direplikasi oleh sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Pesisir Selatan.

“Melalui Udah Gagah, kita ingin memastikan pasien mendapatkan penanganan lebih cepat. Keluarga juga memperoleh pendampingan sehingga risiko kekambuhan dan praktik pemasungan dapat ditekan,” ungkap Mahyeldi.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan inovasi daerah. Menurutnya, pengembangan inovasi tidak cukup hanya melalui pelaksanaan program, tetapi harus didukung regulasi, komitmen pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

Pemprov Sumbar, katanya, telah mengintegrasikan pengembangan inovasi yang berasal dari masyarakat, perguruan tinggi, media massa, dan komunitas ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Untuk menjamin keberlanjutan inovasi daerah, kami melakukan integrasi pengembangan inovasi dari berbagai unsur masyarakat, memperkuat komitmen kepala organisasi perangkat daerah, serta menyiapkan regulasi yang lebih kuat,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, Lameh Kesa dan Udah Gagah merupakan bentuk upaya pemerintah daerah menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat. Inovasi pertama mendorong hilirisasi dan peningkatan ekonomi berbasis potensi lokal, sedangkan inovasi kedua memperkuat pelayanan kesehatan jiwa sekaligus melindungi hak dan martabat ODGJ.

“Kami berharap inovasi-inovasi ini terus dikembangkan dan memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi Sumatera Barat, tetapi juga menjadi kontribusi bagi Indonesia,” pungkasnya.

Dalam presentasi di hadapan tim penilai Kemendagri tersebut, Mahyeldi didampingi Kepala Balitbang beserta jajaran, Kepala Rumah Sakit Jiwa HB. Saanin, serta jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar.

x