Mahyeldi Ajak Pemuda Jaga Persatuan dan Lawan Ancaman Narkoba

PenaHarian.com
29 Okt 2026 08:13
2 menit membaca

PADANG — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, serta mewaspadai ancaman narkoba dan provokasi yang dapat memecah belah masyarakat. Ia menegaskan, persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dipelihara demi masa depan Indonesia. Pesan itu disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Provinsi Sumbar di halaman Kantor Gubernur, Rabu (28/10/2026).

Dalam upacara tersebut, Mahyeldi membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema ini menekankan pentingnya semangat cinta tanah air, kerja keras, pengabdian, serta kepedulian sosial dalam mendorong kemajuan bangsa.

Amanat Menpora juga mengingatkan bahwa ikrar Sumpah Pemuda pada 1928 menjadi tonggak bersejarah yang menyatukan bangsa di tengah perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa. Persatuan tersebut menjadi landasan penting bagi perjuangan Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.

“Patriotik yang mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan tindakan nyata,” demikian pesan dalam amanat Menpora yang dibacakan Mahyeldi.

Usai membacakan amanat, Mahyeldi menyampaikan bahwa persatuan telah terbukti menjadi kekuatan besar dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, tekad para pemuda untuk mengesampingkan perbedaan dan menyatukan tujuan turut membuka jalan bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Kurang dari 17 tahun setelah pemuda Indonesia menyatakan bersatu melalui ikrar Sumpah Pemuda, kemerdekaan bisa kita raih. Itu menunjukkan betapa kuatnya bangsa ini jika kita bersatu,” ujar Mahyeldi.

Ia menambahkan, nilai persatuan tersebut sejalan dengan sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Karena itu, generasi muda diharapkan tidak mudah terpengaruh provokasi atau menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan, tetapi mampu membangun kerja sama demi kepentingan bangsa.

Selain mengingatkan pentingnya persatuan, Mahyeldi menyoroti bahaya narkoba dan upaya mengadu domba yang dapat merusak masa depan generasi muda sekaligus melemahkan kehidupan berbangsa. Ia mengajak masyarakat, terutama kalangan pemuda, untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman tersebut.

“Narkoba dan adu domba sama-sama berbahaya untuk bangsa dan generasi muda. Karena itu, mari kita jaga dan rawat persatuan,” katanya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Provinsi Sumbar juga menampilkan keberagaman budaya Indonesia. Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumbar mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah sebagai bentuk penghargaan terhadap kekayaan budaya Nusantara.

Suasana upacara semakin semarak dengan penampilan variasi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) oleh siswa SMA Negeri 13 Padang serta yel-yel dari SMA Praja Nusantara. Penampilan tersebut turut menggambarkan kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.

x