Ketua DPRD Sumbar Dorong Generasi Muda Perkuat Literasi dan Jati Diri di Era Digital

PenaHarian.com
22 Mei 2026 10:58
2 menit membaca

PADANG – Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, mendorong generasi muda untuk memperkuat budaya literasi sekaligus menjaga jati diri di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.

Pesan itu disampaikan Muhidi saat menghadiri kegiatan pemantapan nilai literasi siswa di SMK Negeri 9 Padang dengan tema “Membaca Terbuka Jendela Dunia, Menulis Terukir Inspirasi Jiwa”, Jumat (22/5/2026).

Menurut Muhidi, perkembangan teknologi dan perubahan pergaulan yang semakin terbuka harus diimbangi dengan karakter serta identitas yang kuat. Generasi muda, katanya, perlu memiliki prinsip agar tidak mudah terbawa oleh berbagai pengaruh di sekitarnya.

“Yang pertama harus kita bangun adalah identitas dan jati diri. Apalagi kita orang Minang punya falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Kita boleh bergaul dengan siapa saja, tetapi tetap harus punya prinsip dan identitas sendiri,” ujar Muhidi di hadapan para siswa.

Ia menilai, literasi memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir generasi muda. Kebiasaan membaca akan membantu siswa memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta lebih siap menghadapi perubahan zaman.

Muhidi juga mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber bacaan utama sebelum memperluas pengetahuan melalui berbagai literatur lainnya.

“Untuk menguatkan pikiran, kita harus banyak membaca. Kalau sudah menemukan kenyamanan dalam membaca, maka wawasan akan semakin luas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhidi juga menyampaikan komitmen DPRD Sumatera Barat dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

Saat ini, menurutnya, tengah dilakukan uji coba satu ruang kelas yang dilengkapi perangkat teknologi informasi, seperti laptop dan papan digital. Jika program tersebut berjalan baik, penerapannya akan dikembangkan ke sekolah lain, termasuk SMA 10 Padang.

“Kita fokus pada SDM. Kebutuhan siswa harus terlayani, mulai dari buku hingga fasilitas teknologi. Tahun ini program penguatan semangat belajar juga mulai digerakkan kepada kepala sekolah dan guru,” ungkapnya.

Selain penguatan fasilitas pendidikan, DPRD Sumbar juga tengah melakukan revisi terhadap Peraturan Daerah tentang Pendidikan. Revisi tersebut diarahkan agar pendidikan tidak hanya berfokus pada pembelajaran umum, tetapi juga memperkuat muatan lokal dan karakter budaya daerah.

Muhidi kemudian mengajak para siswa untuk mulai mempersiapkan masa depan sejak dini. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi pihak yang paling siap menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

“Kalau bukan kita yang menyiapkan masa depan, siapa lagi. Kami di DPRD hanya menjadi pendorong untuk menyiapkan prosesnya,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme dari para siswa. Sejumlah siswa turut mengajukan pertanyaan kepada Muhidi, mulai dari pengalaman perjalanan politiknya hingga fungsi dan tugas pokok DPRD Sumatera Barat.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x