Gubernur Mahyeldi Ajak Warga Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Memperbaiki Diri dan Perkuat Karakter

PenaHarian.com
5 Jul 2026 17:54
3 menit membaca

PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun generasi yang religius, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah. Ajakan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Subuh Mubarakah di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan yang digelar secara kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kepolisian Daerah Sumatera Barat itu diikuti ribuan peserta. Mereka terdiri atas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumbar, jajaran Polda Sumbar, serta masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa makna hijrah tidak sekadar pergantian tahun dalam kalender Islam. Menurutnya, semangat hijrah harus diwujudkan melalui perubahan sikap, perilaku, dan peningkatan kualitas kehidupan agar setiap hari menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, ulama, hingga masyarakat, untuk terus memperkuat kolaborasi. Menurut Mahyeldi, sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan sosial sekaligus memperkokoh nilai-nilai keagamaan di Sumatera Barat.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyerahkan penghargaan kepada pelajar dan mahasiswa yang menjadi pemenang lomba video pendek bertema hijrah. Mahyeldi menilai antusiasme generasi muda dalam mengikuti lomba tersebut menunjukkan kepedulian mereka terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.

Menurutnya, karya-karya yang dihasilkan peserta mengangkat pesan mengenai bahaya narkoba, perilaku menyimpang, serta pentingnya kembali kepada nilai-nilai kebaikan. Hal itu menjadi harapan bahwa generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan positif di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta, menekankan pentingnya membiasakan salat Subuh berjamaah sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak usia dini. Ia berharap gerakan tersebut dapat terus diperluas di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat sebagai upaya mendukung terwujudnya generasi Indonesia Emas.

Dalam kegiatan yang sama, Kapolda juga meluncurkan buku Pendidikan Agama dan Culture Policing sebagai Benteng Keasramaan Polri. Menurutnya, buku tersebut menjadi pedoman dalam memperkuat pembangunan karakter keluarga besar Polri melalui perpaduan pendidikan agama dan nilai-nilai budaya kepolisian.

Ia mengatakan keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berintegritas, religius, disiplin, serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.

Menjelang akhir kegiatan, Desman menyampaikan tausiah bertema Hijrah Sejati dan Hakikatnya. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri karena pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali ke jalan Allah SWT.

Mengutip Surah Az-Zumar ayat 53, ia mengajak umat Islam agar tidak berputus asa terhadap rahmat Allah SWT. Menurutnya, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang bagi setiap hamba yang bersungguh-sungguh berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x