Gubernur Mahyeldi: Pendidikan Harus Seimbangkan Keimanan, IPTEK, dan Karakter untuk Mencetak Generasi Unggul

PenaHarian.com
3 Jul 2026 17:49
3 menit membaca

PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa dunia pendidikan harus mampu menyeimbangkan penguatan keimanan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta pembentukan karakter agar mampu melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan. Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Lahir ke-60 Yayasan Pendidikan Bakti Wanita Islam (YPBWI) sekaligus membuka Workshop Implementasi Kurikulum YPBWI di Hotel Imam Bonjol, Padang, Kamis (2/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas kiprah YPBWI yang telah mengabdi selama enam dekade dalam memajukan dunia pendidikan. Menurutnya, konsistensi yayasan dalam mengembangkan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman, penguasaan IPTEK, dan pemberdayaan perempuan merupakan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia.

Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Mahyeldi juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh pengurus YPBWI dari berbagai daerah di Indonesia serta mengucapkan selamat Hari Lahir ke-60 YPBWI. Ia menilai perjalanan panjang organisasi tersebut menjadi bukti komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus melahirkan generasi yang unggul dan berakhlak mulia.

Menurut Mahyeldi, perkembangan zaman menuntut lahirnya kurikulum yang mampu mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan. Karena itu, Workshop Implementasi Kurikulum YPBWI dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Ia berharap proses pendidikan dapat menghasilkan peserta didik yang memiliki karakter Islami, adaptif, inovatif, serta mampu menjawab berbagai tantangan di masa depan. Selain itu, keberhasilan pendidikan juga memerlukan dukungan keluarga, termasuk peran penting perempuan dalam membentuk karakter anak sejak dini.

Mahyeldi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan terus membangun sinergi dengan berbagai lembaga pendidikan yang memiliki komitmen mencetak sumber daya manusia unggul sebagai modal utama menuju Indonesia Emas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perpaduan antara nilai-nilai keislaman dan penguasaan IPTEK telah lama menjadi bagian dari filosofi pendidikan di Sumatera Barat. Menurutnya, pembangunan manusia harus bertumpu pada kecerdasan spiritual, kecerdasan intelektual, dan kecerdasan sosial yang berjalan secara seimbang.

Nilai-nilai tersebut, lanjut Mahyeldi, tercermin dalam falsafah Tali Tigo Sapilin, Tungku Tigo Sajarangan yang memadukan peran niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai dalam membentuk manusia seutuhnya. Ia mencontohkan tokoh Minangkabau seperti Buya Hamka dan Mohammad Natsir yang dinilai berhasil menggabungkan ketiga kecerdasan tersebut sehingga memberikan kontribusi besar bagi bangsa.

Mahyeldi juga mengingatkan bahwa kehidupan berbangsa di Indonesia dibangun di atas fondasi nilai-nilai spiritual sebagaimana tercermin dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Oleh sebab itu, keseimbangan antara keimanan, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter harus terus menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan.

Menutup sambutannya, Mahyeldi mengajak seluruh keluarga besar YPBWI menjadikan peringatan Hari Lahir ke-60 sebagai momentum untuk memperluas pengabdian di bidang pendidikan, meningkatkan kualitas kurikulum, serta mencetak generasi pemimpin masa depan yang berakhlak mulia, unggul, dan mampu bersaing di tingkat global.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bunda PAUD Sumbar Harneli Mahyeldi, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat Edi Darma, jajaran pengurus YPBWI, serta peserta workshop dari berbagai daerah di Indonesia.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x