Mahyeldi dan Menteri PU Tinjau Sekolah Rakyat Terbesar di Sumbar

PenaHarian.com
21 Mei 2026 20:11
2 menit membaca

TANAH DATAR — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mendampingi Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo meninjau normalisasi Batang Tompo Sitangkai di Jorong Taruko serta lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (21/5/2026).

Peninjauan diawali di kawasan Batang Tompo Sitangkai yang terdampak banjir bandang pada 12 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU menyebut bencana telah menyebabkan kerusakan jaringan irigasi, ruas jalan, dan penumpukan material di aliran sungai yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Menurut Dody Hanggodo, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah kini memprioritaskan normalisasi sungai dan percepatan perbaikan irigasi guna mendukung sektor pertanian yang tengah memasuki musim tanam. Ia menegaskan penanganan infrastruktur pascabencana dilakukan secara terpadu tanpa membedakan kewenangan pusat maupun daerah.

“Karena saat ini sudah memasuki musim tanam, maka irigasi menjadi prioritas utama. Kita ingin mendukung percepatan pemulihan pascabencana sekaligus menyukseskan program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Usai meninjau lokasi terdampak banjir, rombongan melanjutkan kunjungan ke Nagari Tanjung Alam untuk melihat lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Proyek tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 16 hektare dan disebut berpotensi menjadi Sekolah Rakyat terbesar di Sumbar dengan kapasitas mencapai 3.000 siswa.

Dody menjelaskan, sekolah itu nantinya akan dilengkapi bangunan tiga lantai serta akses jalan menuju lokasi dengan lebar sekitar 5,5 meter. Saat ini pemerintah tengah melakukan pematangan lahan sebelum pembangunan fisik dimulai.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung pembangunan Sekolah Rakyat agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Mahyeldi menegaskan Pemerintah Provinsi Sumbar siap mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu membantu menekan angka kemiskinan sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

“Kita sangat mendukung program strategis ini. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten harus merespons secara cepat dan maksimal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” kata Mahyeldi.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 16 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan tersebut berasal dari hibah keluarga besar Doni Oskaria.

Eka Putra meyakini pembangunan proyek itu akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat, terutama karena tenaga kerja lokal akan diprioritaskan dalam proses pembangunan.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x