Kerja Sama Sumbar–India Menguat, Mahyeldi Dorong Hilirisasi Gambir dan Kolaborasi Pendidikan

PenaHarian.com
13 Mei 2026 06:57
2 menit membaca

PADANG — Gubernur Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorthy di Istana Gubernuran. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di berbagai sektor, mulai dari hilirisasi gambir, kesehatan, pendidikan, energi terbarukan hingga penguatan hubungan budaya, Selasa (12/5/2026).

Mahyeldi menyebut komunikasi antara Sumbar dan India telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir. Ia pernah berkunjung ke Chennai dan Bihar untuk mempelajari program pengentasan kemiskinan sekaligus menjajaki peluang kolaborasi.

Menurutnya, India selama ini menjadi pasar terbesar gambir asal Sumbar. Karena itu, ia berharap pengusaha India dapat menanamkan investasi pada pengembangan industri hilir gambir di daerah guna membuka lapangan kerja baru.

Dalam pertemuan itu, Mahyeldi juga menawarkan kawasan Padang Industrial Park sebagai lokasi strategis bagi investor India yang ingin berinvestasi di Sumatera Barat.

Pembahasan tidak hanya menyentuh sektor investasi, tetapi juga kerja sama kesehatan dan pendidikan. India, kata Mahyeldi, membuka peluang pelatihan jangka pendek bagi ASN Pemprov Sumbar, terutama di bidang kesehatan dan pengentasan kemiskinan.

Ia menilai India memiliki kemajuan di sektor kesehatan, termasuk pengembangan obat-obatan dan tenaga medis, sehingga peluang kolaborasi rumah sakit dan penyediaan obat dengan biaya lebih terjangkau menjadi topik penting dalam diskusi.

Di sektor budaya dan pariwisata, Pemprov Sumbar mendorong kolaborasi melalui event Serak Gulo yang rutin digelar di Kota Padang setiap Desember. Mahyeldi mengundang langsung Dubes India untuk menghadirkan rombongan seni dan budaya India pada kegiatan tersebut.

Ke depan, Mahyeldi berharap hubungan Sumbar dan India dapat berkembang menjadi kerja sama sister province dengan salah satu provinsi di India di berbagai bidang, termasuk perdagangan dan pariwisata.

Sandeep Chakravorthy mengaku terkesan dengan potensi Sumatera Barat dan sambutan yang diberikan pemerintah daerah. Ia menyebut Sumbar sebagai produsen gambir terbesar di dunia, sementara India merupakan konsumen katekin terbesar yang dihasilkan dari gambir.

Selain hilirisasi gambir, India juga menawarkan peluang investasi di bidang energi terbarukan dan kesehatan, serta kerja sama pendidikan antara Universitas Andalas dan sejumlah universitas di India.

Sandeep menambahkan, pihaknya juga membuka program beasiswa dan pelatihan bagi pejabat Pemprov Sumbar sebagai tindak lanjut dari berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x