Keluhan Pasien Terjawab, Komunitas Pemberantas Korupsi Apresiasi Bupati Pasaman

PenaHarian.com
12 Jun 2026 11:30
2 menit membaca

Pasaman – Langkah cepat Bupati Pasaman, Welly Suhery, dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait belum tersedianya obat Carvedilol di RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Ketua Komunitas Pemberantas Korupsi (KPK) Sumatera Barat, Darlinsah, menilai respons yang ditunjukkan Bupati Pasaman mencerminkan kepedulian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam pelayanan kesehatan.

Darlinsah mengatakan, tindak lanjut yang dilakukan setelah adanya keluhan masyarakat menunjukkan bahwa laporan warga mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Bupati Pasaman yang langsung meminta Ketua Dewan Pengawas RSUD untuk turun melihat kondisi sebenarnya dan mencari solusi atas keluhan yang disampaikan masyarakat. Respons seperti ini menunjukkan bahwa suara warga didengar dan ditindaklanjuti,” ujar Darlinsah.

Sebelumnya, keluarga pasien mengeluhkan belum tersedianya obat Carvedilol yang diresepkan dokter di RSUD Tuanku Imam Bonjol. Obat tersebut diketahui telah dipesan kepada pihak penyedia sejak sekitar dua minggu lalu, namun mengalami keterlambatan karena stok di tingkat distributor sedang kosong.

Menindaklanjuti arahan Bupati, Ketua Dewan Pengawas RSUD Tuanku Imam Bonjol, Richard, melakukan koordinasi dengan manajemen rumah sakit dan menelusuri penyebab keterlambatan pengadaan obat tersebut. Dari hasil koordinasi diketahui bahwa keterlambatan terjadi karena stok obat di pihak penyedia belum tersedia.

Setelah dilakukan koordinasi intensif, obat Carvedilol akhirnya tiba di RSUD Tuanku Imam Bonjol pada Kamis malam, 11 Juni 2026. Dengan telah tersedianya obat tersebut, kebutuhan pasien yang memerlukan terapi Carvedilol dapat segera dipenuhi.

Menurut Darlinsah, persoalan ketersediaan obat perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada pasien.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian. Ketika ada kendala, rumah sakit perlu memberikan informasi yang jelas kepada pasien dan keluarganya agar tidak menimbulkan kekhawatiran. Alhamdulillah, persoalan ini sudah ditindaklanjuti dan obat yang dibutuhkan telah tersedia,” katanya.

Ia berharap peristiwa tersebut dapat menjadi bahan evaluasi agar sistem pengadaan obat di fasilitas kesehatan pemerintah semakin baik, sehingga kebutuhan pasien dapat terpenuhi tepat waktu.

Menurutnya, pelayanan publik yang baik ditunjukkan melalui kecepatan merespons persoalan yang muncul serta kesungguhan dalam mencarikan solusi.

Langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam menindaklanjuti keluhan warga dinilai menjadi contoh bahwa setiap laporan masyarakat perlu direspons secara cepat, terbuka, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x