Polda Sumbar Gandeng Dinas Pariwisata dan Satpol PP Perkuat Pengamanan Kawasan Wisata

PenaHarian.com
27 Jul 2026 12:52
HUKUM 0
2 menit membaca

PADANG — Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumbar memperkuat kolaborasi dalam pengamanan kawasan wisata. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Tata Kelola Pengamanan Kawasan Wisata Berbasis Kolaborasi Stakeholders di Mapolda Sumbar, Jumat (24/7/2026).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumbar, Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, dan Satpol PP Provinsi Sumbar. Kegiatan tersebut turut disaksikan Auditor Madya Tk. II Sispamobvitnas Baharkam Polri, Kombes Pol Adrian Indra Nurinta, S.I.K., M.H.

Kehadiran Adrian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan sekaligus untuk memastikan kerja sama pengamanan berjalan sesuai dengan arah kebijakan pengamanan objek vital nasional.

Kerja sama lintas instansi ini diharapkan dapat membangun sistem pengamanan kawasan wisata yang lebih terintegrasi. Selain menciptakan situasi yang aman dan tertib, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung pembangunan sektor pariwisata secara berkelanjutan.

Kombes Pol Adrian Indra Nurinta mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan pengamanan di berbagai kawasan wisata di Sumatera Barat.

Menurutnya, terdapat tiga aspek utama yang harus diwujudkan bersama, yakni keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengoptimalkan pelaksanaan pengamanan di kawasan wisata. Ada tiga hal yang harus kita ciptakan bersama, yaitu keselamatan, keamanan, dan kenyamanan,” ujarnya.

Adrian menegaskan, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan pengamanan. Menurutnya, upaya menciptakan keamanan tidak akan berjalan maksimal apabila aspek keselamatan belum menjadi perhatian utama.

“Keselamatan adalah hukum tertinggi. Dalam mencapai keselamatan harus dilakukan secara total. Kita harus berpikir bahwa keselamatan masyarakat adalah yang utama. Setelah itu barulah kita dapat menciptakan keamanan,” jelasnya.

Ia menambahkan, keselamatan dan keamanan pada akhirnya akan menciptakan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung kemajuan pariwisata di Sumatera Barat.

“Kesejahteraan bersama dapat terwujud apabila masyarakat dan wisatawan merasakan kenyamanan. Karena itu, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan harus kita bangun secara bersama-sama melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Melalui MoU tersebut, pengamanan kawasan wisata di Sumatera Barat diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal dan terpadu. Sinergi antarinstansi juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan, sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x