PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh pihak memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai bagian dari investasi untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan, perhatian terhadap anak tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan nyata yang berkelanjutan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Festival Anak Sumbar dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di halaman Istana Gubernuran Sumbar, Minggu (26/7/2026).
Peringatan HAN tahun ini mengangkat tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah di Sumbar dan dihadiri Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA RI Rini Handayani, Ketua TP-PKK Sumbar Harneli Mahyeldi, Ketua BKOW Sumbar Dianita Maulin Vasko, Ketua DWP Sumbar Arymbi Arry Yuswandi, unsur pemerintah daerah, kepala OPD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, akademisi, serta organisasi perempuan.
Mahyeldi menyebut, kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh perhatian dan pembinaan yang diberikan sejak anak-anak. Karena itu, berbagai harapan dan aspirasi yang disampaikan anak harus menjadi bagian dari agenda pembangunan bersama.
“Kalau kita benar-benar sayang kepada bangsa, negara, dan daerah ini, maka tidak ada pilihan selain mencurahkan perhatian secara maksimal kepada anak-anak kita. Harapan yang mereka sampaikan hari ini harus menjadi agenda pembangunan kita bersama,” ujar Mahyeldi.
Dalam kegiatan tersebut, Forum Anak Sumbar menyampaikan 15 poin Suara Anak. Aspirasi itu mencakup pemenuhan hak partisipasi anak, ruang bermain ramah anak, akses informasi yang layak, pencegahan perkawinan usia anak, kawasan tanpa rokok, pencegahan stunting, pendidikan inklusif, transportasi aman ke sekolah, hingga perlindungan anak dari kekerasan, perundungan, dan berbagai ancaman di ruang digital.
Menurut Mahyeldi, aspirasi tersebut menggambarkan kebutuhan nyata anak-anak di Sumbar dan harus menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga mengungkapkan hasil awal Program PANTAU SUMBAR atau Penguatan Aksi Nyata Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Menuju Sumbar Tangguh 2045. Dari sekitar 12 ribu anak yang mengikuti survei, sebanyak 21 persen mengaku pernah mengalami kekerasan.
Selain itu, ribuan anak dilaporkan mengalami kesepian dan kehilangan harapan. Bahkan, lebih dari seribu anak menunjukkan kecenderungan untuk mengakhiri hidup.
Mahyeldi menyebut kondisi tersebut sebagai alarm serius yang harus segera menjadi perhatian semua pihak. Menurutnya, perlindungan anak tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan.
Pemprov Sumbar, kata dia, terus memperkuat berbagai program untuk menjawab persoalan tersebut. Di antaranya melalui pengembangan Sekolah Rakyat, pendidikan jarak jauh, penyediaan transportasi sekolah yang aman, penguatan kawasan tanpa asap rokok, peningkatan kualitas pengasuhan keluarga, perluasan ruang publik ramah anak, serta peningkatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA).
Sementara itu, Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA RI Rini Handayani mengapresiasi komitmen Pemprov Sumbar dalam memberikan ruang partisipasi kepada anak dalam proses pembangunan.
Ia mengatakan, Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk mendengarkan suara anak dan memastikan setiap kebijakan mengutamakan kepentingan terbaik bagi mereka.
“Anak-anak bukan hanya calon pemimpin bangsa, tetapi pemimpin masa depan yang sedang tumbuh hari ini. Tanggung jawab kita adalah memastikan mereka tumbuh sehat, aman, bahagia, dan memperoleh seluruh haknya,” ujar Rini.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sumbar Herlin Sridiani mengatakan, rangkaian HAN 2026 tingkat provinsi diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif.
Kegiatan tersebut meliputi Panggung Ekspresi Forum Anak, Anugerah Forum Anak, Pemilihan Tokoh Anak Inspiratif, Lomba Video Vlog, Ranking 1, Forum Anak Masuk Surau, seminar untuk pelajar dan orang tua, serta penyusunan Suara Anak Sumbar.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi juga menyerahkan sejumlah penghargaan, di antaranya Piagam Penghargaan Mitra Inspiratif Perlindungan Perempuan dan Anak, Anugerah Forum Anak Sumbar 2026, penghargaan bagi pemenang Festival Anak Sumbar 2026, serta penghargaan Tokoh Anak Inspiratif.
Selain itu, KIA juga diserahkan kepada sejumlah anak sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin identitas dan pemenuhan hak sipil anak sejak dini.
Melalui peringatan HAN ke-42, Pemprov Sumbar berharap sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dunia usaha, media, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen lainnya semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mewujudkan Sumbar sebagai provinsi yang ramah anak, aman, inklusif, dan mampu melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.