Bupati Pasaman Kukuhkan Brigade Alsintan, Percepat Program Bajak Sawah Gratis untuk Petani

PenaHarian.com
6 Jul 2026 18:55
3 menit membaca

Pasaman – Bupati Pasaman Welly Suhery resmi mengukuhkan Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) sebagai langkah mempercepat pelaksanaan program unggulan (Progul) di sektor pertanian, terutama layanan bajak sawah gratis bagi petani. Pengukuhan dilakukan saat apel organik Aparatur Sipil Negara (ASN) di Halaman Kantor Bupati Pasaman, Senin (6/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pasaman H. Parulian, Sekretaris Daerah Pasaman Yudesri, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, wali nagari, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman.

Pembentukan Brigade Alsintan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pasaman mewujudkan visi Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan. Melalui brigade ini, pemerintah ingin memperkuat sektor pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Dalam arahannya, Bupati Welly Suhery mengatakan sektor pertanian memiliki peran yang sangat besar bagi Kabupaten Pasaman. Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor ini menyumbang sekitar 46,18 persen terhadap perekonomian daerah, sementara 55,5 persen angkatan kerja bergantung pada sektor pertanian.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab pemerintah untuk menghadirkan program yang mampu meningkatkan produksi, produktivitas, dan kesejahteraan petani.

Welly juga menjelaskan, Kabupaten Pasaman sebagai salah satu lumbung pangan di Sumatera Barat turut memasok kebutuhan beras ke daerah tetangga, termasuk Provinsi Riau dan Sumatera Utara.

Ia menyebutkan, luas lahan sawah di Kabupaten Pasaman mencapai sekitar 16.166 hektare. Dalam dua tahun terakhir, produksi padi telah melampaui 130 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG), dengan produktivitas rata-rata pada 2024 sebesar 4,4 ton per hektare. Bahkan, di beberapa lokasi hasil ubinan mampu mencapai 9 ton per hektare.

Meski memiliki potensi besar, kesejahteraan petani dinilai belum meningkat secara signifikan. Tingginya biaya produksi, keterbatasan sarana dan prasarana pertanian, persoalan irigasi, minimnya akses permodalan, hingga kendala pemasaran masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan.

Bupati Welly mengatakan biaya pengolahan lahan dapat mencapai sekitar 30 hingga 35 persen dari total biaya produksi padi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman menghadirkan Program Unggulan Bajak Sawah Gratis sebagai upaya menekan beban biaya yang ditanggung petani.

Pada 2026, Kabupaten Pasaman menerima bantuan alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan nilai sekitar Rp7 miliar. Bantuan tersebut meliputi enam unit traktor roda empat, dua unit traktor crawler, 30 unit traktor roda dua, 30 unit pompa air, dan 20 unit hand sprayer.

Seluruh bantuan alsintan tersebut diharapkan dapat mempercepat pengolahan lahan, mengatasi keterlambatan musim tanam akibat keterbatasan alat maupun biaya, serta mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) di Kabupaten Pasaman.

Untuk memastikan pemanfaatannya berjalan maksimal, seluruh alsintan akan dikelola melalui Brigade Alat dan Mesin Pertanian yang berada di bawah Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman. Brigade ini nantinya memberikan layanan kepada petani di seluruh wilayah Kabupaten Pasaman sebagai bagian dari pelaksanaan Program Unggulan Bajak Sawah Gratis.

Bupati Welly berharap Brigade Alsintan menjadi penggerak kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Pasaman. Ia menilai keberadaan brigade tersebut akan memperkuat pelayanan kepada petani, mendukung terwujudnya swasembada pangan daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x