
BUKITTINGGI — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) yang adaptif terhadap perubahan global namun tetap berpegang pada nilai budaya dan agama. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Seminar Internasional The 2nd International Conference of Fort De Kock University (ICOF) 2026 yang digelar di Universitas Fort De Kock, Jumat (22/05/2026).
Dalam sambutannya, Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan peserta dari berbagai negara yang hadir di Kota Bukittinggi. Menurutnya, kegiatan internasional tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat kerja sama dan pertukaran gagasan dalam menghadapi tantangan dunia yang terus berkembang.
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui pembangunan di sektor kesehatan, pendidikan, keterampilan, serta peningkatan daya saing masyarakat. Upaya itu sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju Sumatera Barat Madani yang Maju dan Berkeadilan.
Mahyeldi menilai berbagai tantangan global, mulai dari revolusi industri 4.0, perubahan iklim, ekonomi digital hingga ancaman krisis pangan, menuntut kesiapan daerah dalam mencetak generasi yang unggul. Karena itu, peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas agar masyarakat mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) tetap menjadi landasan utama dalam pembangunan manusia di Sumatera Barat. Nilai tersebut dinilai mampu menjaga identitas masyarakat Minangkabau sekaligus menjadi kekuatan moral di tengah derasnya arus globalisasi.
“Peningkatan kualitas SDM harus berorientasi pada dua hal, yakni adaptif dan berbudaya. Adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan dunia, namun tetap menjaga identitas budaya Minangkabau sebagai kekuatan dan pembeda di tingkat global,” ujarnya.
Mahyeldi juga mengungkapkan bahwa pembangunan manusia di Sumatera Barat menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar mencapai 77,27 atau naik 0,84 poin dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga menempatkan provinsi ini pada peringkat keenam secara nasional.
Konferensi internasional ICOF 2026 menghadirkan akademisi dan pakar dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Australia, Arab Saudi, serta sejumlah akademisi dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran yayasan dan pimpinan Universitas Fort De Kock, kepala dinas kesehatan provinsi dan kota, mitra perguruan tinggi, serta peserta seminar dari berbagai daerah.