Resmikan Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi, Mahyeldi Tekankan Pendidikan Karakter Generasi Masa Depan

PenaHarian.com
18 Jul 2026 17:32
3 menit membaca

BUKITTINGGI – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Komitmen tersebut diwujudkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui penyelenggaraan pendidikan berasrama, salah satunya dengan peresmian Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi, Sabtu (18/7/2026).

Mahyeldi mengatakan, keberadaan asrama diharapkan mampu mendukung pembentukan generasi perempuan yang tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berintegritas, mandiri, serta memiliki kemampuan bersaing di tingkat nasional maupun global dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada nilai akademik. Perkembangan teknologi, transformasi digital, kecerdasan artifisial atau AI, serta bonus demografi menuntut lahirnya sumber daya manusia yang memiliki kecerdasan, keimanan, akhlak, dan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya Minangkabau.

Dalam kerangka itulah, program pendidikan berasrama dinilai menjadi salah satu upaya strategis untuk membentuk karakter peserta didik melalui kebiasaan dan kehidupan sehari-hari.

“Sebuah bangunan asrama bukanlah sekadar susunan bata, semen, dan atap. Ia adalah ikrar bahwa masa depan anak-anak perempuan kita akan dijaga dengan sungguh-sungguh. Pendidikan akan selalu menjadi prioritas utama pembangunan,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, lingkungan asrama dapat membantu menanamkan sejumlah nilai penting, seperti kedisiplinan, religiusitas, kemandirian, kepemimpinan, semangat gotong royong, serta kebiasaan belajar yang baik.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran formal di dalam kelas. Pembentukan karakter juga berlangsung melalui interaksi, pembiasaan, dan aktivitas sehari-hari yang dijalani para peserta didik di lingkungan asrama.

Mahyeldi pun mengajak para siswi untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai proses membentuk diri agar menjadi pribadi yang kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.

“Asrama bukanlah pembatas kebebasan. Asrama adalah kesempatan emas yang tidak semua anak Indonesia miliki untuk membentuk diri menjadi pribadi yang tangguh sejak usia muda,” tegasnya.

Kepada para orang tua, Mahyeldi meminta dukungan dan kepercayaan terhadap program pendidikan berasrama tersebut. Ia memastikan pemerintah, pihak sekolah, dan para guru akan mendampingi para siswi selama mengikuti pendidikan di asrama.

Menurutnya, para guru dan pihak sekolah diharapkan dapat menjadi mitra sekaligus orang tua kedua bagi para peserta didik selama menjalani proses pendidikan.

Mahyeldi juga mendorong guru, komite sekolah, dan alumni SMAN 1 Bukittinggi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan program tersebut.

Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah dan sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan orang tua, komite, alumni, dan seluruh pemangku kepentingan.

Gubernur menilai pembangunan asrama merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan peserta didik saat ini, tetapi juga masyarakat ketika mereka kelak menjadi pemimpin, profesional, akademisi, maupun pendidik.

“Program Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi adalah salah satu wujud nyata investasi jangka panjang. Harapan kita, dari Bukittinggi akan lahir pemimpin-pemimpin perempuan masa depan Indonesia yang membawa nama harum daerah dan bangsa,” ungkap Mahyeldi.

Ia mengajak pemerintah, sekolah, orang tua, komite, dan alumni untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun sistem pendidikan yang berkarakter, berkualitas, dan memiliki daya saing di Sumatera Barat. (adpsb/cen/bud)

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x