Gubernur Mahyeldi Dorong Alumni Jadi Kekuatan Nyata untuk Kemajuan Pendidikan Sumbar

PenaHarian.com
18 Jul 2026 15:41
3 menit membaca

BUKITTINGGI – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak organisasi alumni untuk memperluas peran dan kontribusinya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pembangunan daerah. Menurutnya, organisasi alumni tidak semestinya hanya menjadi tempat berkumpul dan menjalin silaturahmi, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan dan masyarakat. Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Pengukuhan dan Rapat Kerja Pengurus Ikatan Alumni SMA Satu Landbouw (IASMA) Bukittinggi Wilayah Sumbar Masa Bakti 2026–2029 di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Sabtu (18/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum IASMA Satu Landbouw Bukittinggi Churchil Febrion mengukuhkan Dr. Zefnihan, AP., M.Si. sebagai Ketua IASMA Satu Landbouw Bukittinggi Wilayah Sumbar bersama jajaran pengurus.

Pengukuhan tersebut berdasarkan Surat Keputusan IASMA Satu Landbouw Bukittinggi Nomor 002/KEP.IASMA Satu/VI/2026 tentang Susunan Kepengurusan IASMA Satu Landbouw Wilayah Sumbar Masa Jabatan 2026–2029.

Mahyeldi menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan tersebut dapat membawa IASMA menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan dan mendukung pembangunan Sumatera Barat.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh Pengurus IASMA Satu Landbouw Bukittinggi Wilayah Sumatera Barat yang baru dikukuhkan. Semoga amanah ini menjadi ladang pengabdian, mempererat ukhuwah antarsesama alumni, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, pergantian kepengurusan harus menjadi momentum untuk memperkuat kiprah alumni dalam menjawab tantangan pembangunan. Organisasi alumni, kata Mahyeldi, memiliki kekuatan berupa modal sosial, intelektual, dan jaringan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kemajuan daerah.

“Organisasi alumni bukan sekadar wadah silaturahmi. Organisasi alumni adalah modal sosial, modal intelektual, dan modal jejaring yang sangat berharga bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Mahyeldi menambahkan, kontribusi alumni tidak selalu harus berupa dukungan finansial. Alumni dapat berperan dengan membimbing adik kelas, menjadi mentor, membuka peluang magang, berbagi pengalaman, hingga membantu menumbuhkan wirausaha muda.

Ia menilai, berbagai bentuk kontribusi tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas generasi penerus.

IASMA Satu Landbouw juga dinilai memiliki potensi khusus karena berasal dari lembaga pendidikan yang memiliki sejarah panjang dalam mencetak sumber daya manusia di bidang pertanian.

Potensi tersebut, menurut Mahyeldi, dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan, agribisnis, kewirausahaan, serta pembangunan ekonomi yang memanfaatkan potensi lokal Sumatera Barat.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi turut menyampaikan sejumlah upaya Pemprov Sumbar dalam meningkatkan mutu pendidikan. Di antaranya melalui penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, pengembangan Sekolah Aman Bencana, perluasan akses pendidikan, serta program Guru Wali yang bertujuan mendampingi siswa dalam pengembangan karakter dan potensi.

Namun, ia menegaskan peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan sekolah. Peran keluarga, masyarakat, dan berbagai unsur lainnya juga sangat diperlukan.

“Pendidikan adalah gerakan bersama. Ketika pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, termasuk organisasi alumni, berjalan bersama, maka kualitas pendidikan akan meningkat secara berkelanjutan,” katanya.

Menghadapi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau AI, Mahyeldi mengingatkan bahwa teknologi tetap merupakan alat bantu. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tetap sangat ditentukan oleh kualitas guru, kepemimpinan sekolah, dukungan keluarga, serta keteladanan dari para alumni.

Karena itu, ia mengajak seluruh alumni untuk terus menjaga nama baik almamater melalui karya, pengabdian, dan kepedulian yang diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Sekolah yang hebat melahirkan alumni yang sukses. Namun alumni yang hebat adalah mereka yang tidak pernah melupakan sekolahnya dan selalu menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” tutup Mahyeldi.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x