Bukittinggi Pernah Selamatkan Republik, Vasko Dorong Sumbar Raih Status Daerah Istimewa

PenaHarian.com
21 Jun 2026 19:31
3 menit membaca

BUKITTINGGI – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengusulkan agar Sumatera Barat memperoleh status sebagai daerah istimewa di Indonesia. Usulan itu disampaikan langsung kepada Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat Jam Gadang Cultural Night 2026 yang menjadi puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-100 Jam Gadang di kawasan Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Sabtu malam (20/6/2026).

Di hadapan Menteri Kebudayaan, keluarga Syafruddin Prawiranegara, keluarga Bung Hatta, serta para tamu undangan, Vasko menilai Sumbar memiliki rekam jejak sejarah yang sangat besar dalam perjalanan bangsa sehingga layak mendapatkan pengakuan khusus dari negara.

Menurut Vasko, salah satu alasan kuat yang mendasari usulan tersebut adalah peran Bukittinggi yang pernah menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa itu menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan Republik Indonesia di tengah situasi yang sangat menentukan.

“Di depan Jam Gadang ini Pak Menteri, jika diperbolehkan, atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengusulkan Sumatera Barat menjadi daerah istimewa di Indonesia. Mari sama-sama kita kawal, Pak Menteri,” ujar Vasko.

Ia menegaskan, kontribusi Sumbar terhadap Indonesia bukan hanya tercatat dalam sejarah, tetapi juga memiliki peran nyata dalam menjaga eksistensi negara. Karena itu, status daerah istimewa dinilai sebagai bentuk penghormatan atas jasa para tokoh dan masyarakat Sumbar dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Vasko juga optimistis usulan tersebut dapat terwujud apabila mendapat dukungan dan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat Sumbar, baik yang berada di daerah maupun yang berkiprah di tingkat nasional.

Menanggapi hal itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyatakan dukungannya terhadap gagasan tersebut. Meski demikian, ia menekankan bahwa perjuangan menuju status daerah istimewa harus dilakukan secara serius melalui kajian yang matang dan proses yang terukur.

Menurut Fadli, Sumbar memiliki dasar historis yang kuat untuk memperjuangkan status tersebut. Ia menyebut Bukittinggi sebagai salah satu daerah yang pernah memegang peran penting sebagai pusat pemerintahan negara pada masa perjuangan kemerdekaan.

“Saya mendukung, tetapi harus serius. Menurut saya sangat pantas. Daerah yang pernah menjadi ibu kota negara tidak banyak. Selain Jakarta dan Yogyakarta, ada Bukittinggi,” kata Fadli.

Ia menjelaskan, keberadaan PDRI di Bukittinggi menjadi salah satu titik penting dalam sejarah Indonesia. Pemerintahan darurat yang dipimpin Syafruddin Prawiranegara saat itu dinilai berhasil menjaga keberlangsungan Republik Indonesia ketika menghadapi Agresi Militer Belanda.

“Bukittinggi menjadi ibu kota pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Itu masa yang sangat krusial dan sangat menentukan. Kalau tidak ada PDRI, tidak mungkin akan ada NKRI,” tegasnya.

Jam Gadang Cultural Night 2026 sendiri menjadi penutup rangkaian peringatan satu abad Jam Gadang. Selain menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengingat kembali peran penting Bukittinggi dan Sumatera Barat dalam sejarah perjuangan bangsa.

Dukungan yang disampaikan Menteri Kebudayaan semakin memperkuat optimisme bahwa pengakuan terhadap kontribusi historis Sumbar dapat terus diperjuangkan sebagai bentuk penghormatan atas peran daerah tersebut dalam menjaga keberlangsungan Republik Indonesia.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x