Wagub Vasko Pimpin Evakuasi Korban Banjir di Padang, Kelompok Rentan Diprioritaskan

PenaHarian.com
5 Agu 2026 13:04
2 menit membaca

PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, memimpin langsung proses evakuasi warga terdampak banjir di kawasan Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Evakuasi dilakukan bersama tim Basarnas dan BPBD hingga Selasa dini hari (4/8/2026), setelah banjir merendam permukiman pada Senin malam (3/8/2026).

Di lokasi kejadian, ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Kondisi tersebut membuat sebagian warga bertahan di lantai dua rumah, sementara lainnya berupaya menyelamatkan diri dengan menembus arus menuju tempat yang lebih aman.

Vasko bersama personel Basarnas dan BPBD turun langsung menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya menjadi prioritas utama dalam proses penyelamatan.

Warga yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa ke sebuah masjid yang dijadikan lokasi pengungsian sementara karena dinilai aman dari genangan banjir.

Vasko mengatakan keterbatasan kapasitas perahu menyebabkan proses evakuasi harus dilakukan secara bertahap. Namun, menurutnya, keselamatan seluruh warga tetap menjadi prioritas utama.

“Yang terpenting adalah tidak ada warga yang tertinggal di lokasi berbahaya. Evakuasi kita lakukan bergantian karena kapasitas perahu terbatas. Setelah itu, kebutuhan dasar para pengungsi juga akan kita pastikan segera terpenuhi,” ujar Vasko.

Selain memimpin evakuasi, Vasko memastikan Pemerintah Provinsi Sumbar terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta para relawan agar penanganan bencana berlangsung cepat dan terkoordinasi.

Sebelum turun ke lokasi banjir, Vasko juga berkoordinasi dengan BMKG Minangkabau untuk memperoleh informasi terkait penyebab hujan berintensitas tinggi yang melanda sebagian besar wilayah Sumbar sejak Senin siang.

Berdasarkan penjelasan BMKG, cuaca ekstrem kali ini tidak dipicu oleh siklon tropis seperti yang terjadi pada November tahun lalu. Hujan lebat disebabkan terbentuknya pola awan memanjang di sepanjang wilayah barat Pulau Sumatera yang diperkuat oleh fenomena konvergensi atau pertemuan massa udara, sehingga pertumbuhan awan hujan menjadi lebih masif.

BMKG juga memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumbar dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Menyikapi kondisi tersebut, Vasko mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir, bantaran sungai, dan lereng perbukitan, agar meningkatkan kewaspadaan.

“Saya minta masyarakat waspada dengan kondisi cuaca beberapa hari ke depan. Jika air mulai naik atau ada tanda-tanda longsor, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan ikuti arahan petugas. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemprov Sumbar akan terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG serta memastikan seluruh perangkat penanggulangan bencana tetap siaga untuk merespons setiap potensi keadaan darurat secara cepat.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x