Puluhan Tahun Menanti, Pompanisasi Surya Kini Aliri 400 Hektare Sawah Tanjung Barulak

PenaHarian.com
6 Sep 2026 21:00
4 menit membaca

TANAH DATAR — Penantian masyarakat Nagari Tanjung Barulak, Kabupaten Tanah Datar, selama puluhan tahun untuk mendapatkan sumber air pertanian yang lebih terjamin mulai menemukan titik terang. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat, sistem pompanisasi irigasi berbasis tenaga surya kini mulai mengalirkan air ke lahan persawahan masyarakat, Minggu (6/9/2026).

Program yang diberi nama “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh” tersebut diresmikan sebagai bagian dari program PLN Peduli dalam menyambut Hari Jadi Sumatera Barat ke-81.

Pompanisasi memanfaatkan sumber air Batang Manganan. Air dipompa menggunakan energi surya dan selanjutnya dialirkan melalui jaringan pipa menuju lahan pertanian masyarakat Tanjung Barulak.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah yang menghadiri peresmian mengatakan, hadirnya fasilitas tersebut menjadi jawaban atas penantian panjang masyarakat. Ketersediaan air diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan mengubah pola tanam yang selama ini banyak bergantung pada curah hujan.

“Penantian yang sudah berpuluh-puluh tahun dari masyarakat Tanjung Barulak, alhamdulillah kini terjawab. Dengan telah mengalirnya air sampai ke Tanjung Barulak dan dinikmati masyarakat, padi pun sudah mulai tumbuh. Mudah-mudahan yang selama ini sekali setahun bisa menjadi tiga kali tanam,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, ketersediaan air tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan lahan pertanian, tetapi juga memiliki peran dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mahyeldi mengapresiasi kerja sama berbagai pihak yang ikut mewujudkan program tersebut. Kolaborasi itu melibatkan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Nagari, masyarakat, Fakultas Teknik Universitas Andalas, PLN, Bank Nagari, PT Semen Padang, serta sejumlah pihak lainnya.

“Ini adalah buah daripada persatuan, kekompakan, kerja sama dan sinergi. Ketika kita kompak dan bersatu, insyaallah tidak ada yang berat,” katanya.

Mahyeldi juga mengingatkan masyarakat agar fasilitas pompanisasi dan jaringan pipanya dijaga bersama. Infrastruktur jaringan yang memiliki panjang sekitar empat kilometer tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan air dapat terus dialirkan ke lahan pertanian.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak berhenti pada pembangunan fasilitas. Perawatan dan pengelolaan secara berkelanjutan harus menjadi tanggung jawab bersama. Setiap persoalan yang muncul juga diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah.

“Bulek aia dek pembuluh, bulek kato dek mupakat. Apa yang akan dikerjakan, apa yang akan dimanfaatkan dan apa yang akan dilakukan, mari dimusyawarahkan bersama,” pesan Mahyeldi.

Dalam peresmian tersebut turut dibahas rencana pembangunan bak penampungan air untuk mengoptimalkan distribusi dan pemanfaatan air. Mahyeldi mendorong agar rencana tersebut dikaji dan dirancang bersama dengan melibatkan Pemprov Sumbar, Bank Nagari, PT Semen Padang, serta pihak terkait lainnya.

Selain infrastruktur pertanian, Mahyeldi berharap kehadiran fasilitas tersebut dapat mendorong pengembangan sarana pendukung lainnya bagi masyarakat, termasuk musala dan ruang aktivitas anak-anak.

“Dengan adanya air ini, mudah-mudahan akan ada pengembangan-pengembangan lain yang dilakukan untuk masa yang akan datang. Nikmat yang sudah ada ini harus kita syukuri dengan cara menjaga, memelihara dan merawatnya dengan sebaik-baiknya,” tutur Mahyeldi.

Ia berharap pompanisasi tenaga surya tersebut menjadi awal peningkatan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan masyarakat Tanjung Barulak. Semangat gotong royong dan kolaborasi diharapkan terus dipertahankan agar fasilitas itu memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdul Rahman Hadi mengatakan, sistem pompanisasi tersebut diproyeksikan mampu mengairi sekitar 400 hektare sawah masyarakat Tanjung Barulak.

Dengan pengembangan lebih lanjut, jangkauan layanan air tersebut juga berpotensi diperluas ke sejumlah nagari yang berbatasan dengan Tanjung Barulak.

Abdul Rahman menjelaskan, Nagari Tanjung Barulak dihuni sekitar 1.700 kepala keluarga atau sekitar 5.000 jiwa. Selama ini, sebagian besar masyarakat masih mengandalkan sistem pertanian tadah hujan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Bahkan, lahan yang kekurangan air cenderung lebih sulit diolah, termasuk dalam pelaksanaan program bajak sawah gratis.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UID Sumbar Ririn Rachma Wardini mengatakan pompanisasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PLN, Universitas Andalas, dan berbagai pemangku kepentingan.

Fakultas Teknik Universitas Andalas sebelumnya mengembangkan prototipe pompanisasi berbasis tenaga surya. Teknologi tersebut kemudian dikembangkan agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui dukungan program TJSL PLN.

Ririn mengatakan, pemanfaatan energi bersih untuk mendukung sektor pertanian diharapkan dapat diterapkan di daerah lain di Sumatera Barat.

Selain membantu menyediakan air bagi lahan pertanian, inovasi tersebut dinilai dapat membuka peluang peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat nagari.

“Kami berharap air yang hari ini mulai mengalir ke lahan pertanian Tanjung Barulak menjadi awal mengalirnya produktivitas, kesejahteraan, harapan baru dan semangat baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Peresmian tersebut turut dihadiri Kepala BIN Daerah Sumatera Barat Ahad Dailimi, Sekda Tanah Datar Abdul Rahman Hadi, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Sumbar Rifda Suriani, Kepala Dinas ESDM Sumbar Helmi Heriyanto, GM PLN UID Sumbar Ririn Rachma Wardini beserta jajaran, Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra, perwakilan PT Semen Padang Nurwan, perwakilan Fakultas Teknik Universitas Andalas Dendi Adi Saputra, Forkopimda dan Forkopimca, Wali Nagari dan KAN Tanjung Barulak, kelompok tani Saiyo, serta tokoh masyarakat, alim ulama, ninik mamak, cadiak pandai, dan bundo kanduang.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x