Mahyeldi: Sumatera Bersatu, Ekonomi Kuat, Indonesia Maju Lewat IMT-GT

PenaHarian.com
10 Sep 2026 21:16
RAGAM 0
3 menit membaca

MEDAN — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai Pulau Sumatera memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi kawasan. Hal itu didukung oleh basis produksi, pasar, sumber daya alam, jaringan logistik, serta posisi geografis yang berdekatan dengan negara-negara ASEAN, Kamis (10/9/2026).

Menurut Mahyeldi, berbagai potensi tersebut perlu dihubungkan melalui kerja sama antardaerah. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, Sumatera diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus mengambil peran lebih besar dalam perekonomian kawasan.

Hal tersebut disampaikan Mahyeldi setelah mengikuti Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera dalam rangka Pertemuan Tingkat Menteri atau Ministerial Meeting Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Medan, Sumatera Utara.

“Itulah hakikat dari gelaran diskusi dalam Forum IMT-GT ke-32 di Sumatera Utara ini, yakni bagaimana memaksimalkan potensi dan menyelesaikan berbagai tantangan utama masing-masing daerah melalui kerja sama,” ujar Mahyeldi.

Ia mengatakan, daerah-daerah yang tergabung dalam IMT-GT perlu memperkuat kolaborasi dengan mengembangkan keunggulan yang dimiliki masing-masing wilayah. Kerja sama tersebut harus diarahkan pada kepentingan bersama dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Mahyeldi, sinergi antardaerah juga perlu dibangun dalam berbagai sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara bersama. Dengan demikian, kerja sama tidak hanya menghasilkan kesepakatan, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Sumatera bersatu, ekonomi kuat, Indonesia maju. Itu harapan kita dengan adanya Forum IMT-GT ini,” harapnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong agar kerja sama dalam forum IMT-GT tidak berhenti pada pertemuan dan dialog antarpemerintah. Menurutnya, kesepakatan yang dihasilkan perlu diterjemahkan menjadi program dan proyek yang konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di tiga negara anggota.

Tito menyebut pemerintah pusat dan daerah memiliki peran penting dalam mewujudkan berbagai kesepakatan tersebut. Salah satu bentuknya melalui penguatan kerja sama antardaerah dengan konsep sister city maupun sister province antara wilayah di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Menurut Tito, Sumatera memiliki modal besar untuk memperkuat daya saing kawasan. Selain jumlah penduduk yang besar dan didominasi usia produktif, wilayah tersebut memiliki kekayaan sumber daya alam serta berbagai komoditas unggulan.

Komoditas tersebut antara lain karet, minyak dan gas bumi, emas, serta produk pertanian dan perkebunan. Potensi tersebut menjadi modal yang dapat dikembangkan melalui kerja sama ekonomi lintas wilayah.

Posisi geografis Sumatera yang berdekatan dengan Malaysia dan Thailand juga dinilai memberikan peluang untuk memperluas kerja sama perdagangan, investasi, konektivitas, pariwisata, serta sektor ekonomi lainnya.

“Pertanyaannya adalah bagaimana kita mewujudkannya? Bagaimana kita mengubah visi menjadi kenyataan? Inilah persoalan yang sebenarnya,” ujar Tito.

Ia berharap para gubernur, wakil gubernur, dan pemimpin daerah dari ketiga negara dapat memanfaatkan forum IMT-GT sebagai ruang membangun komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Dengan kerja sama yang lebih konkret, Tito berharap berbagai agenda IMT-GT semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kawasan.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x