Gubernur Mahyeldi Tawarkan Pengembangan Proyek Strategis Sumbar kepada Danantara

PenaHarian.com
3 Sep 2026 21:48
3 menit membaca

JAKARTA — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengusulkan dukungan investasi Danantara untuk mempercepat pengembangan sejumlah infrastruktur strategis di Sumbar. Usulan itu disampaikan Mahyeldi saat bertemu Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Sejumlah sektor yang ditawarkan meliputi pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur dan kawasan Muara Padang, pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta percepatan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di Sumbar.

Mahyeldi mengatakan pengembangan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya menyelaraskan potensi dan kebutuhan Sumbar dengan agenda pembangunan nasional, terutama dalam memperkuat ketahanan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Yang kita dorong adalah bagaimana potensi dan kebutuhan strategis Sumatera Barat dapat terhubung dengan agenda pembangunan nasional. Dengan dukungan investasi, kita ingin infrastruktur yang ada dapat berkembang dan memberikan dampak yang lebih besar bagi perekonomian masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Untuk sektor energi, Pemprov Sumbar mengusulkan lima proyek dengan total kebutuhan investasi sekitar Rp5,35 triliun untuk periode 2027-2029.

Kelima proyek tersebut yakni PLTS Terapung Singkarak berkapasitas 50 MWac/76 MWp, PLTS Sijunjung Ground Mounted 50 MWac/76 MWp, PLTS Mentawai untuk dediselisasi sebesar 30 MWac/47 MWp yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS), PLTS Pessel Bukik Ameh 50 MW, serta PLTG Sijunjung Blok Sinamar berkapasitas 25 MW.

Menurut Mahyeldi, proyek-proyek tersebut diharapkan memperkuat reserve margin sistem kelistrikan Sumbar, meningkatkan bauran energi baru terbarukan, mempercepat pemanfaatan potensi gas bumi, sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru.

Khusus PLTS Mentawai, pengembangannya diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar diesel.

Di sektor kepelabuhanan, Mahyeldi mendorong pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur untuk memperkuat konektivitas logistik dan menunjang aktivitas industri, terutama komoditas CPO.

Pengembangan tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap melalui pembangunan dermaga baru, reklamasi kawasan, instalasi pipa CPO, hingga pembangunan breakwater dalam jangka panjang.

Selain Teluk Bayur, Gubernur juga menyampaikan potensi pengembangan kawasan Muara Padang. Kawasan tersebut diarahkan untuk sektor pariwisata dan rekreasi, kuliner, komersial dan ritel, jasa kreatif, serta properti dan perhotelan.

Pengembangan kawasan itu antara lain didukung rencana pembangunan Maritime Center yang saat ini proses perizinannya tengah berjalan.

“Untuk mewujudkan semua ini tentu membutuhkan kolaborasi. Pemerintah daerah siap menyiapkan dukungan yang diperlukan, baik dari sisi regulasi, tata ruang, lahan, maupun koordinasi dengan pemerintah pusat dan BUMN,” kata Mahyeldi.

Menanggapi usulan tersebut, COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan bahwa sejumlah proyek yang ditawarkan Sumbar sejalan dengan prioritas Pemerintah Pusat dan dapat dipertimbangkan untuk diprioritaskan secara bertahap.

Di antaranya pengembangan PLTS Mentawai, PLTG Sijunjung Blok Sinamar, serta percepatan penetapan beberapa WPR yang sebelumnya telah diusulkan.

“Beberapa yang disampaikan ini sesuai dengan prioritas pemerintah, sehingga layak untuk kita prioritaskan secara bertahap,” ujar Dony.

Terkait pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur, Dony mengatakan rencana tersebut perlu terlebih dahulu diselaraskan dengan dokumen tata ruang Kota Padang.

Menurutnya, revisi RTRW dan RDTR menjadi penting agar pengembangan kawasan pelabuhan dapat dilaksanakan sesuai dengan peruntukan ruang yang telah ditetapkan.

Dony juga melihat peluang pemanfaatan material hasil galian pembangunan terowongan Tol Sicincin-Bukittinggi yang direncanakan sepanjang sekitar 5,8 kilometer untuk mendukung kebutuhan material dalam rencana perluasan kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat koordinasi Pemprov Sumbar dan Danantara dalam mengidentifikasi serta merealisasikan peluang investasi strategis di Sumbar, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan energi, konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x