Vasko Minta Warga Bersabar, Jalan Padang–Solok Sedang Ditingkatkan

PenaHarian.com
2 Agu 2026 21:55
3 menit membaca

SOLOK – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy, meminta masyarakat bersabar menghadapi kemacetan yang terjadi selama proses peningkatan Jalan Nasional Padang–Solok–Sawahlunto. Pekerjaan yang dilaksanakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar tersebut berlangsung di sejumlah titik, termasuk Nagari Talang, Kabupaten Solok, Minggu sore (2/8/2026).

Vasko mengatakan kemacetan dan ketidaknyamanan selama pekerjaan merupakan konsekuensi yang perlu dihadapi agar kondisi jalan menjadi lebih baik. Ia juga mengajak pengguna jalan mematuhi pengaturan lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.

“Kalau kita ingin jalan yang lebih baik, tentu ada proses yang harus dilalui. Salah satu risikonya memang kemacetan. Mau tidak mau kita harus menghadapi itu, karena kalau tidak dibangun, tentu kondisi jalan akan terus rusak,” ujar Vasko.

Menurutnya, peningkatan jalan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan transportasi saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari investasi infrastruktur jangka panjang.

Perbaikan diharapkan dapat meningkatkan keselamatan berkendara, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung distribusi barang yang menjadi salah satu penunjang perekonomian daerah.

“Pembangunan ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersabar, tertib, dan mengikuti arahan petugas di lapangan agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” katanya.

Selama pekerjaan berlangsung, arus kendaraan diatur dengan sistem buka-tutup secara bergantian setiap 15 menit. Wagub meminta pengguna jalan mengikuti pengaturan tersebut demi menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Vasko juga memastikan Pemprov Sumbar terus berkoordinasi dengan BPJN agar pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin dengan tetap memperhatikan kualitas pembangunan.

“Insyaallah, kalau pekerjaan ini selesai, masyarakat akan menikmati jalan yang lebih kuat, lebih aman, dan lebih nyaman untuk dilalui. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar pekerjaan ini berjalan lancar dan selesai sesuai target,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II BPJN Sumbar, Masudi, menjelaskan ruas Jalan Nasional Padang–Solok–Sawahlunto merupakan jalur strategis yang memiliki volume kendaraan serta tonase angkutan barang cukup tinggi.

Kondisi tersebut membuat perkerasan aspal lebih cepat mengalami kerusakan. Karena itu, BPJN Sumbar melakukan peningkatan konstruksi pada sejumlah bagian jalan, termasuk dengan mengubah perkerasan aspal menjadi perkerasan kaku atau rigid beton.

Masudi mengatakan penanganan tersebut dilakukan berdasarkan kajian teknis dengan mempertimbangkan volume lalu lintas, beban kendaraan, serta kondisi struktur tanah pada ruas jalan.

Penggunaan rigid beton diharapkan dapat meningkatkan ketahanan jalan sehingga masa layanan jalan menjadi lebih panjang.

Untuk tahun 2026, pekerjaan rigid beton di Kabupaten Solok dipusatkan di Nagari Talang, mulai dari kawasan SMP Negeri 1 Talang hingga Rumah Makan Sawah Ujuang dengan panjang penanganan sekitar satu kilometer.

Selain pekerjaan rigid pavement, BPJN Sumbar melalui PPK 2.1 PJN Wilayah II juga melaksanakan rehabilitasi minor sepanjang 3.197 meter yang tersebar pada tujuh titik di ruas Jalan Nasional Padang–Solok–Sawahlunto.

Pekerjaan rehabilitasi tersebut meliputi pelapisan ulang Laston Lapis Aus (AC-WC), pembangunan bahu jalan beton, perbaikan lapis pondasi agregat Kelas A, serta perbaikan campuran aspal panas pada sejumlah bagian jalan yang mengalami kerusakan.

Masudi turut mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas selama pekerjaan berlangsung.

Bagi pengguna jalan dari arah Padang menuju Kota Solok maupun sebaliknya yang ingin menghindari kepadatan, tersedia dua jalur alternatif, yakni melalui ruas Jawi-Jawi–Guguak dan ruas Sari Manggis.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x