Data Akurat Kunci Kebijakan Tepat Sasaran, Mahyeldi Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi

PenaHarian.com
28 Jun 2026 13:17
3 menit membaca

PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha berpartisipasi menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas sensus. Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar utama dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Sumbar di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi. Dalam kesempatan itu, Mahyeldi menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan dunia usaha di Sumatera Barat.

Menurut Mahyeldi, hasil sensus nantinya akan menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam merancang berbagai kebijakan pembangunan ekonomi. Data tersebut dibutuhkan untuk mendukung pengembangan UMKM, pembangunan infrastruktur ekonomi, hingga memperkuat daya saing pelaku usaha di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat dan pesatnya perkembangan teknologi digital.

Ia juga mengapresiasi Badan Pusat Statistik (BPS) beserta seluruh pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan sensus di Sumbar. Sebanyak 5.480 petugas sensus telah diterjunkan untuk melakukan pendataan lapangan yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Mahyeldi mengajak seluruh perangkat daerah, pelaku usaha, serta masyarakat memberikan dukungan agar proses pendataan berjalan lancar. Ia memastikan seluruh informasi yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

“Data tersebut akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kebijakan yang lebih tepat sasaran, seperti bantuan usaha, pelatihan, perbaikan pasar, hingga kemudahan perizinan,” ujar Mahyeldi.

Ia juga berpesan kepada seluruh petugas sensus agar menjalankan tugas secara profesional, menjunjung tinggi integritas, serta mampu membangun kepercayaan masyarakat selama proses pendataan berlangsung. Menurutnya, pencanangan Sensus Ekonomi 2026 merupakan simbol komitmen bersama untuk menghadirkan data ekonomi yang berkualitas bagi pembangunan daerah.

Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menilai pencanangan yang digelar bersamaan dengan kegiatan Car Free Day menjadi momentum yang tepat karena mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung.

Sonny menyebut Sumatera Barat memiliki potensi ekonomi yang besar dengan didukung dominasi penduduk usia produktif dan lebih dari 715 ribu unit usaha yang sebagian besar merupakan usaha mikro dan kecil. Karena itu, data hasil sensus akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan pengembangan ekonomi daerah.

Ia juga menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan. Seluruh data yang dihimpun hanya digunakan untuk keperluan statistik dan perencanaan pembangunan serta dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

“Kami mengajak seluruh masyarakat menerima kehadiran petugas sensus dan memberikan data yang benar. Dengan data yang lengkap dan akurat, pemerintah dapat menyusun berbagai program pembangunan yang semakin tepat sasaran bagi pelaku usaha maupun masyarakat,” kata Sonny.

Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Sumbar juga dihadiri jajaran Forkopimda Sumbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, kepala perangkat daerah, serta berbagai unsur masyarakat dan pelaku usaha.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x