Pemprov Sumbar Dorong PJJ Perluas Akses Pendidikan hingga Daerah Terpencil

PenaHarian.com
3 Agu 2026 21:07
2 menit membaca

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyatakan dukungan penuh terhadap Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan memperoleh pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil, Senin (3/8/2026).

Komitmen itu disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat mengikuti secara virtual pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Program PJJ Jenjang Pendidikan Menengah Tahun 2026 yang digelar Kemendikdasmen.

Mahyeldi mengapresiasi peluncuran program tersebut. Menurutnya, PJJ dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kendala jarak dan kondisi geografis dalam mendapatkan layanan pendidikan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah memfasilitasi masyarakat di pelosok agar memperoleh layanan pendidikan yang setara. Program ini menjadi harapan besar agar tidak ada lagi anak-anak yang tertinggal dan tidak mendapatkan hak atas pendidikan,” ujar Mahyeldi.

Sebagai langkah awal pelaksanaan PJJ, Pemprov Sumbar telah menetapkan SMAN 8 Padang sebagai sekolah penyelenggara. Sekolah tersebut dipilih karena dinilai telah memiliki kesiapan sarana dan prasarana untuk mendukung program.

Ke depan, cakupan pelaksanaan PJJ akan diperluas dengan melibatkan sekolah menengah atas di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.

Pemprov Sumbar juga melakukan sosialisasi secara berjenjang agar informasi mengenai program tersebut dapat diterima masyarakat. Sosialisasi dilakukan mulai dari lurah di Kota Padang hingga camat, wali nagari, serta pemerintah kabupaten dan kota.

Untuk memperluas jangkauan informasi, Pemprov Sumbar turut menggandeng konten kreator lokal. Penyebaran informasi melalui berbagai platform digital diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong calon peserta didik memanfaatkan layanan PJJ.

Mahyeldi mengatakan pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan sejalan dengan program unggulan Pemprov Sumbar melalui Nagari Creative Hub. Program tersebut mendorong penguatan literasi digital hingga tingkat nagari.

Dengan dukungan infrastruktur komunikasi yang terus dikembangkan, pelaksanaan PJJ diharapkan dapat membantu memperluas pemerataan layanan pendidikan di Sumatera Barat.

“Pada prinsipnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyambut baik program ini dan berkomitmen memaksimalkan pelaksanaannya agar dapat menjangkau nagari-nagari dan desa-desa di seluruh Sumatera Barat. Kami optimistis program ini akan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

Pembukaan MPLS PJJ Jenjang Pendidikan Menengah Tahun 2026 tersebut juga diikuti Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x