Mahyeldi Dorong Implementasi Perda Ketahanan Keluarga Demi Wujudkan Generasi Emas 2045

PenaHarian.com
29 Jun 2026 21:57
3 menit membaca

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa keluarga yang tangguh menjadi pondasi utama dalam mencetak Generasi Emas 2045. Untuk itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan mempercepat penerapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketahanan Keluarga agar mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (29/6/2026).

Menurut Mahyeldi, Pemerintah Provinsi Sumbar telah memiliki Perda tentang Ketahanan Keluarga sebagai bentuk komitmen membangun keluarga yang berkualitas. Namun, keberadaan regulasi itu harus segera diikuti dengan penyusunan aturan pelaksana sehingga dapat diterapkan secara optimal.

“Kita sudah memiliki Perda Ketahanan Keluarga. Sekarang yang diperlukan adalah implementasi yang maksimal. Jangan sampai regulasi hanya menjadi dokumen, sementara persoalan keluarga masih terus meningkat,” tegas Mahyeldi.

Ia menilai tingginya angka perceraian di Sumbar menjadi salah satu indikator bahwa penguatan ketahanan keluarga masih memerlukan perhatian serius. Karena itu, Mahyeldi meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), bersama BKKBN dan instansi terkait lainnya, segera menuntaskan seluruh regulasi turunan sebagai landasan pelaksanaan program.

Gubernur menegaskan bahwa membangun keluarga yang berkualitas bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga merupakan amanah agama dan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keluarga harus menjadi benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga berbagai bentuk perilaku menyimpang.

Selain itu, Mahyeldi juga mendorong penguatan pendidikan keluarga sejak usia dini. Ia berpandangan bahwa pemahaman mengenai kehidupan berumah tangga tidak cukup diberikan menjelang pernikahan, melainkan perlu diperkenalkan sejak bangku sekolah dan perguruan tinggi sebagai bekal membangun keluarga yang harmonis di masa depan.

Karena itu, ia mengajak seluruh instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat untuk bersama-sama memperkuat pendidikan karakter, ketahanan mental, dan nilai-nilai keagamaan dalam lingkungan keluarga.

“Kalau kita ingin mewujudkan Generasi Emas 2045, maka keluarga harus menjadi prioritas. Mari kita jaga keluarga kita masing-masing, memperkuat pendidikan karakter, keimanan, dan keteladanan agar lahir generasi Sumatera Barat yang unggul dan berdaya saing,” ujar Mahyeldi.

Seusai upacara, Gubernur menyerahkan penghargaan kepada para pemenang ASN Model Ketahanan Keluarga di lingkungan Pemprov Sumbar. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada aparatur sipil negara yang dinilai mampu menjadi teladan dalam membangun keluarga yang harmonis, berkualitas, dan berketahanan, sekaligus menjadi inspirasi bagi ASN lainnya.

Mahyeldi menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bergantung pada kualitas keluarga sebagai tempat pertama membentuk karakter generasi penerus. Ia pun mengajak masyarakat menjadikan peringatan Harganas sebagai momentum memperkuat ketahanan keluarga demi melahirkan generasi yang sehat, berakhlak mulia, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x