Mahyeldi: Turnamen Simalanggang Jadi Kawah Candradimuka Lahirnya Pesepak Bola Berprestasi

PenaHarian.com
29 Jun 2026 21:55
2 menit membaca

LIMA PULUH KOTA — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa turnamen sepak bola yang digelar secara berkesinambungan menjadi salah satu pilar utama dalam pembinaan atlet. Menurutnya, kompetisi bukan hanya ajang perebutan gelar, tetapi juga sarana menjaring talenta muda, membentuk mental bertanding, serta memperkuat persaudaraan antardaerah. Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menutup Open Turnamen Simalanggang Piala Gubernur Sumbar II di Lapangan Bola Kaki Kayu Sijodun, Nagari Simalanggang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Minggu (28/6/2026).

Mahyeldi mengatakan setiap turnamen harus mampu menjadi ruang bagi lahirnya bibit-bibit pesepak bola berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama Sumatera Barat. Ia menilai pengalaman bertanding secara rutin menjadi bekal penting dalam meningkatkan kualitas dan mental para pemain.

“Turnamen seperti ini bukan sekadar mencari juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetisi ini menjadi ruang lahirnya bibit-bibit pesepak bola berbakat, membangun mental bertanding, sekaligus mempererat silaturahmi antarpemain dan antardaerah,” ujar Mahyeldi.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, para sponsor, peserta, serta masyarakat Nagari Simalanggang yang telah bersama-sama menyukseskan pelaksanaan turnamen hingga selesai. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga akan semakin kuat apabila didukung sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan insan olahraga.

“Terima kasih kepada seluruh panitia, sponsor, peserta, serta masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan turnamen ini. Keberhasilan ini lahir dari kerja sama, kerja keras, kerja tuntas, kerja ikhlas, dan kerja berkualitas seluruh pihak yang terlibat,” katanya.

Mahyeldi menegaskan Pemerintah Provinsi Sumbar akan terus mendukung penyelenggaraan berbagai kompetisi olahraga sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan atlet sejak usia dini. Semakin banyak kompetisi yang berkualitas, semakin besar pula peluang munculnya pemain-pemain potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan setiap pertandingan sebagai proses belajar. Kemenangan maupun kekalahan, menurutnya, merupakan bagian dari perjalanan seorang atlet yang harus dihadapi dengan sikap disiplin, lapang dada, dan semangat untuk terus berkembang.

“Prestasi tidak hanya dibangun oleh kemampuan teknik, tetapi juga oleh disiplin, kerja keras, sportivitas, dan sikap saling menghormati. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga dalam setiap kompetisi,” tutur Mahyeldi.

Lebih lanjut, Mahyeldi menilai olahraga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, berkarakter, dan mampu bekerja sama. Karena itu, Open Turnamen Simalanggang Piala Gubernur Sumbar diharapkan terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai agenda pembinaan olahraga yang berkelanjutan.

Ia berharap turnamen tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi wadah lahirnya talenta-talenta terbaik sepak bola Ranah Minang sekaligus memperkuat kebersamaan dan semangat persaudaraan di tengah masyarakat.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x