Gubernur Sumbar Kerahkan 2 Alat Berat ke Lokasi Banjir di Kuranji Padang

PenaHarian.com
5 Agu 2026 21:15
2 menit membaca

PADANG – Instruksi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, untuk mempercepat penanganan banjir di kawasan Batang Guo, Belimbing, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, langsung ditindaklanjuti. Tiga unit alat berat mulai bekerja sejak Selasa (4/8) malam untuk menormalisasi aliran sungai yang berubah jalur akibat derasnya arus banjir, Rabu (5/8/2026).

Dua alat berat dikerahkan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar, sementara satu unit lainnya berasal dari Pemerintah Kota Padang.

Ketiga alat berat tersebut difokuskan untuk membuka kembali jalur sungai yang bergeser akibat banjir. Upaya itu dilakukan agar aliran air dapat kembali ke jalur semula dan akses jalan masyarakat yang sempat terputus bisa segera digunakan kembali.

Kepala Dinas SDABK Sumbar, Rifda Suriani, mengatakan pengerahan alat berat dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Mahyeldi saat meninjau lokasi banjir pada Selasa siang.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami telah mengerahkan dua unit alat berat milik Dinas SDABK dan satu unit alat berat dari Pemerintah Kota Padang ke lokasi. Ketiga alat berat tersebut telah mulai bekerja sejak tadi malam,” ujar Rifda di Padang.

Ia menjelaskan, derasnya arus banjir menyebabkan jalur sungai bergeser sehingga air melintasi badan jalan dan mengganggu mobilitas warga.

Karena itu, normalisasi sungai menjadi salah satu langkah yang segera dilakukan untuk mengurangi risiko banjir susulan sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.

“Prioritas kami saat ini adalah mengembalikan aliran sungai ke jalur semula dengan membersihkan material yang menghambat aliran air. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dan kami optimistis akses masyarakat dapat segera kembali normal,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Mahyeldi meninjau langsung kawasan Batang Guo setelah wilayah tersebut terdampak banjir. Dalam peninjauan itu, ia meminta Dinas SDABK segera mengerahkan alat berat untuk memulihkan aliran sungai dan mencegah dampak banjir meluas.

Selain normalisasi sungai, Pemprov Sumbar bersama Pemko Padang juga melakukan penanganan darurat melalui koordinasi lintas perangkat daerah.

Penanganan tersebut meliputi pendataan kerusakan, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, serta upaya mempercepat pemulihan infrastruktur yang mengalami dampak akibat banjir.

Rifda menegaskan Pemprov Sumbar akan terus memastikan proses penanganan di lapangan berjalan hingga kondisi kembali pulih.

“Pemprov Sumbar akan memastikan penanganan di lapangan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar pulih, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman seperti sediakala,” ujarnya.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x