Mahyeldi: Kejurnaswil Kempo di Sawahlunto Dongkrak Pembinaan Atlet dan Ekonomi Daerah

PenaHarian.com
25 Jun 2026 16:01
2 menit membaca

SAWAHLUNTO — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi membuka Kejuaraan Nasional Wilayah (Kejurnaswil) Shorinji Kempo se-Sumatera Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Futsal Bengkel Utama PT Bukit Asam, Kota Sawahlunto. Kejuaraan yang memperebutkan Piala Ketua Umum PB PERKEMI tersebut diikuti ratusan atlet dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera, Rabu (24/6/2026).

Sebanyak 427 atlet bersama sekitar 80 pelatih dan ofisial ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Ajang ini menjadi wadah pembinaan sekaligus kompetisi bagi atlet Shorinji Kempo dari seluruh Pengurus Provinsi PERKEMI se-Sumatera.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa penyelenggaraan iven olahraga memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar pertandingan. Menurutnya, kegiatan seperti Kejurnaswil mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat dan menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah.

“Selain sebagai ajang kompetisi dan pembinaan bagi para atlet, iven ini juga membawa multiplier effect bagi daerah dan masyarakat. Oleh karena itu, kita melihat ini sebagai sebuah kegiatan strategis,” ujar Mahyeldi.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang diiringi dengan pembentukan karakter dan peningkatan prestasi. Karena itu, pembinaan olahraga secara berkelanjutan dinilai menjadi langkah penting dalam mencetak generasi yang unggul dan memiliki daya saing.

Senada dengan itu, Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, mengatakan Kejurnaswil Shorinji Kempo menjadi momentum untuk mendorong kemajuan olahraga sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui konsep sport tourism.

Menurut Riyanda, kehadiran ratusan atlet, pelatih, ofisial, dan pendamping memberikan dampak langsung terhadap sektor jasa. Tingkat hunian hotel, homestay, serta aktivitas pelaku UMKM di Kota Sawahlunto diperkirakan ikut meningkat selama kejuaraan berlangsung.

“Kalau peserta kita asumsikan sekitar 500 orang saja, maka itu akan membuat penginapan, homestay, hotel, hingga fasilitas lain ikut bergerak. Ini tentu memberi ruang pertumbuhan bagi UMKM,” katanya.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x