Sudah Sepekan, Pasien Keluhkan Kekosongan Obat Resep Dokter di RSUD Imam Bonjol

PenaHarian.com
10 Jun 2026 17:19
VIRAL 0
2 menit membaca

Pasaman – Kekosongan obat resep dokter di RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping dikeluhkan oleh keluarga pasien. Mereka mempertanyakan kepastian ketersediaan obat yang dibutuhkan setelah harus menunggu sejak 2 Juni 2026 tanpa kejelasan kapan obat tersebut tersedia.

Menurut keterangan keluarga pasien yang diterima PenaHarian.com, salah satu obat yang diresepkan dokter hingga kini belum dapat diperoleh di instalasi farmasi rumah sakit. Hingga Rabu (10/6/2026), obat tersebut masih belum tersedia, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran proses pengobatan pasien.

“Kami hanya ingin kepastian kapan obat itu tersedia karena sudah cukup lama menunggu,” ungkap salah seorang anggota keluarga pasien.

Menindaklanjuti informasi tersebut, PenaHarian.com telah meminta konfirmasi kepada Direktur RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping, dr. Hamdi. Sejumlah pertanyaan diajukan terkait dugaan kekosongan obat, penyebab terjadinya keterlambatan penyediaan, langkah yang telah dilakukan rumah sakit, serta mekanisme pengadaan dan pemasok obat yang melayani kebutuhan rumah sakit.

Namun, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, dr. Hamdi hanya memberikan jawaban singkat, “Waalaikumsalam, sedang cuti haji pak.”

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak direktur mengenai kondisi ketersediaan obat maupun langkah yang ditempuh rumah sakit untuk mengatasi persoalan tersebut.

PenaHarian.com juga telah meminta tanggapan kepada Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping, dr. Hafni Masril, yang saat ini menjalankan tugas sebagai pelaksana harian direktur selama direktur definitif menunaikan ibadah haji. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan respons.

Konfirmasi serupa turut disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Yong Marzuhaili. Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun keterangan resmi yang diberikan.

Keluarga pasien berharap pihak rumah sakit segera memberikan kepastian terkait ketersediaan obat yang diresepkan dokter agar proses pengobatan pasien tidak terganggu.

PenaHarian.com masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping maupun instansi terkait lainnya. Setiap tanggapan dan penjelasan resmi yang diterima akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya sebagai bagian dari prinsip keberimbangan informasi.

(Irfandi Koto)

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x