Gubernur Mahyeldi: Padang Disiapkan Jadi Gerbang Utama Wisata Sumbar

PenaHarian.com
7 Mar 2026 09:53
2 menit membaca

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong penguatan peran Kota Padang sebagai pintu gerbang utama pariwisata daerah. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menilai posisi Padang sebagai ibu kota provinsi sekaligus titik masuk wisatawan memiliki peran strategis dalam menggerakkan sektor pariwisata Sumbar. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi antara Pemprov Sumbar dan Pemerintah Kota Padang di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (6/3/2026).

Mahyeldi menjelaskan, wisatawan yang tiba di Padang dapat diarahkan untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi unggulan di kabupaten dan kota lainnya di Sumbar. Dengan pola perjalanan yang terhubung, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh daerah lain.

Menurutnya, wisatawan bisa memulai perjalanan dari Padang, lalu melanjutkan ke sejumlah daerah tujuan seperti Bukittinggi, Solok, Limapuluh Kota hingga kawasan Mandeh. Setelah berkeliling, wisatawan dapat kembali bermalam di Padang sehingga aktivitas ekonomi tetap berputar di kota tersebut.

Ia menilai konsep kerja sama antar daerah dalam pengembangan paket wisata akan membuat pariwisata Sumbar lebih terintegrasi dan memiliki daya tarik yang lebih kuat bagi wisatawan.

Selain pariwisata, Mahyeldi juga menyinggung pentingnya kolaborasi daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia mencontohkan keberhasilan pelaku UMKM di Kota Payakumbuh yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan di Bali untuk memasarkan produknya hingga ke Amerika Serikat. Menurutnya, peluang seperti ini dapat diperluas melalui peran koperasi dan jaringan pemasaran yang lebih kuat.

Sementara itu Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan Pemerintah Kota Padang saat ini terus melakukan pembenahan di berbagai kawasan wisata guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Upaya tersebut meliputi penataan kawasan Pantai Padang, peningkatan pengelolaan kebersihan, serta penertiban parkir di sejumlah titik wisata yang ramai dikunjungi.

Pemko Padang juga menyiapkan rencana revitalisasi beberapa kawasan strategis seperti Pasar Raya, Pantai Padang, dan kawasan Kota Tua dengan total anggaran sekitar Rp70 miliar pada tahun 2026.

Maigus berharap berbagai pembenahan tersebut dapat membuat Padang semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan. Ia optimistis kota ini tidak hanya sekadar disamakan dengan kawasan Malioboro di Yogyakarta atau Braga di Bandung, tetapi mampu memiliki daya tarik yang lebih kuat bagi wisatawan.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x