PADANG — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumbar yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkotika. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkotika di Mapolda Sumbar, Selasa (3/3/2026).
Menurut Mahyeldi, ASN sebagai pelayan publik wajib menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Ia menyatakan tidak akan memberikan toleransi, bahkan membuka kemungkinan sanksi pemecatan bagi ASN yang terbukti terlibat narkoba.
“ASN adalah pelayan publik dan harus menjadi teladan. Jika ada yang terlibat narkoba, akan dijatuhi sanksi tegas, termasuk tidak menutup kemungkinan dipecat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Sumbar memusnahkan barang bukti sabu seberat lebih dari 6,4 kilogram. Pemusnahan itu turut dihadiri unsur kejaksaan, TNI, Bea Cukai, perwakilan pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam pemberantasan narkotika.
Mahyeldi juga mengapresiasi kinerja jajaran Polda Sumbar dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika berskala besar. Ia berharap kerja sama antarinstansi terus diperkuat agar angka peredaran narkoba di Sumbar semakin ditekan.
Ia menekankan bahwa ancaman narkoba merupakan persoalan serius yang membahayakan generasi muda. Karena itu, pemberantasan tidak hanya mengandalkan penindakan hukum, tetapi juga perlu diimbangi edukasi dan upaya pencegahan hingga ke sekolah dan nagari.
Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumbar, Solihin, menjelaskan selama Februari 2026 Ditresnarkoba Polda Sumbar berhasil mengungkap tiga kasus menonjol dengan lima orang tersangka.
Dua kasus di antaranya terjadi di kawasan Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, dan satu kasus lainnya di Kota Padang. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 33 paket sabu dengan total berat lebih dari 6,4 kilogram.
Solihin menegaskan pengungkapan ini menjadi langkah nyata dalam menyelamatkan ribuan masyarakat dari bahaya narkotika. Polda Sumbar, katanya, akan terus bertindak profesional dan tanpa kompromi terhadap jaringan peredaran gelap narkoba serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantainya.