
Agam, – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengajak generasi muda menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin upacara peringatan 117 Tahun Perang Manggopoh di Lapangan GOR Buya Hamka, Manggopoh, Kabupaten Agam, Senin (15/6/2026).
Menurut Vasko, Perang Manggopoh bukan hanya peristiwa bersejarah yang tercatat dalam perjalanan bangsa, tetapi juga mengandung nilai-nilai perjuangan yang tetap relevan hingga saat ini. Keberanian, persatuan, dan keteguhan masyarakat Minangkabau dalam memperjuangkan keadilan dinilainya sebagai warisan yang harus terus dijaga.
Ia menegaskan bahwa semangat pengorbanan para pejuang dapat menjadi motivasi bagi generasi sekarang untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa. Nilai kepedulian, keberanian, serta tekad yang ditunjukkan para pejuang Manggopoh, menurutnya, perlu terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat.
Vasko juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menjaga memori perjuangan para pahlawan melalui berbagai program pelestarian sejarah, pendidikan karakter, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Menurutnya, tokoh-tokoh Perang Manggopoh, terutama Mandeh Siti Manggopoh, merupakan sosok teladan yang layak dikenang sepanjang masa. Keberanian yang mereka tunjukkan membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
Ia menilai peringatan sejarah seperti Perang Manggopoh memiliki peran penting dalam memperkuat identitas generasi muda. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan dan mampu mengambil pelajaran dari perjalanan sejarahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, juga mengajak masyarakat untuk terus meneladani semangat perjuangan rakyat Manggopoh yang berani melawan penjajahan demi mempertahankan kehormatan dan harga diri bangsa.
Iqbal mengingatkan bahwa Perang Manggopoh yang terjadi pada 15 Juni 1908 merupakan bentuk perlawanan rakyat Minangkabau terhadap ketidakadilan dan kebijakan yang dipaksakan oleh pemerintah kolonial. Peristiwa tersebut menjadi salah satu bukti kuat semangat juang masyarakat dalam menghadapi penjajahan.
Ia menjelaskan bahwa Perang Manggopoh dan Perang Kamang merupakan bagian dari gerakan perlawanan rakyat Agam terhadap kolonialisme Hindia Belanda. Kedua peristiwa tersebut memiliki nilai heroisme yang tinggi dan menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Iqbal juga menyoroti peran Mandeh Siti Manggopoh sebagai tokoh sentral dalam perlawanan rakyat. Menurutnya, para pejuang Perang Manggopoh layak dikenang sebagai pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan kehormatan masyarakat Minangkabau.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Perang Manggopoh memiliki karakteristik tersendiri karena dipicu oleh penolakan masyarakat terhadap kebijakan belasting atau pajak yang diterapkan pemerintah kolonial. Bahkan ketika sejumlah daerah lain telah menghentikan perlawanan, masyarakat Manggopoh tetap melanjutkan perjuangan bersenjata.
Iqbal berharap peringatan Perang Manggopoh dapat semakin memperkuat jati diri masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menegakkan kebenaran, menjaga persatuan, dan melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu.
Upacara peringatan 117 Tahun Perang Manggopoh turut dihadiri unsur Forkopimda Plus Kabupaten Agam, anggota DPRD Provinsi Sumbar dan DPRD Kabupaten Agam, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, para staf ahli, asisten, kepala OPD, camat se-Kabupaten Agam, TP-PKK, GOW, Dharma Wanita, wali nagari, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, organisasi kemasyarakatan, LSM, serta insan pers.