Gerakan Tanam 50 Ribu Hektare Percepat Pemulihan Sawah di Sumbar

PenaHarian.com
1 Mei 2026 20:29
2 menit membaca

Agam, – Pemerintah mempercepat pemulihan lahan pertanian yang rusak akibat bencana sekaligus mengantisipasi potensi kekeringan melalui Gerakan Tanam Serempak 50.000 hektare yang digelar nasional di 25 provinsi, termasuk Sumatera Barat. Di Sumbar, kegiatan dipusatkan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dengan kehadiran langsung Gubernur Mahyeldi Ansharullah yang ikut menanam padi di lokasi, Kamis (30/4/2026).

Program ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman kekeringan yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Sumbar sendiri termasuk daerah yang cukup terdampak bencana hidrometeorologi yang merusak ribuan hektare sawah.

Gubernur Mahyeldi menyebutkan, total lahan terdampak di Sumbar sekitar 7.000 hektare. Dari jumlah itu, kategori kerusakan ringan hingga sedang mencapai 3.902 hektare. Proses rehabilitasi telah berjalan sekitar 62 persen, sementara hampir 50 persen lahan yang diperbaiki sudah kembali ditanami.

Ia menegaskan pentingnya percepatan tanam di lahan yang sudah dipulihkan agar segera kembali produktif dan tidak terbengkalai. Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan beras tetap aman bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga menindaklanjuti arahan Kementerian Pertanian dengan memetakan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan. Langkah ini dilakukan agar musim tanam tidak terganggu dan panen dapat berlangsung tepat waktu pada Agustus mendatang.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, yang memimpin pelaksanaan gerakan tanam di Agam, menekankan bahwa lahan yang telah siap harus segera ditanami. Ia mengingatkan agar tidak ada lahan yang dibiarkan kosong hingga kembali ditumbuhi semak.

Dijelaskannya, total 50.000 hektare lahan yang ditanami terdiri dari 5.000 hektare Cetak Sawah Rakyat, 43.000 hektare Optimasi Lahan, serta lahan terdampak bencana di Sumbar yang telah direhabilitasi. Percepatan tanam ini menjadi bagian dari strategi nasional menjaga produksi pangan sekaligus mendukung kesejahteraan petani.

Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan, pemulihan sawah di daerahnya masih menghadapi tantangan, terutama ancaman longsor susulan. Dari sekitar 1.700 hektare lahan terdampak, sebagian sudah mulai ditanami dan saat ini memasuki usia tanam sekitar satu bulan.

Ia menjelaskan, proses rehabilitasi dilakukan dengan pola padat karya, di mana bantuan dana langsung ditransfer ke rekening kelompok tani tanpa perantara. Kelompok tani mengelola sendiri kebutuhan, termasuk penyewaan alat, sehingga perputaran ekonomi langsung dirasakan masyarakat.

Meski demikian, ancaman sedimentasi dari perbukitan saat hujan deras masih berpotensi menimbun kembali sawah yang telah diperbaiki. Pemerintah Kabupaten Agam pun mengusulkan tambahan alat berat berupa ekskavator mini agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan kerusakan tidak kembali meluas.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x