
DHARMASRAYA – Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy meninjau hari pertama kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya. Dalam kunjungan itu, Vasko mendengar langsung cerita salah seorang siswa yang mengaku terkesan dengan fasilitas sekolah berasrama yang disediakan pemerintah, Jumat (1/8/2026).
Siswa tersebut adalah Alvin (13), peserta didik kelas VII asal Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota. Dengan penuh antusias, Alvin menceritakan pengalaman pertamanya tinggal di Sekolah Rakyat yang menurutnya jauh berbeda dari tempat tinggalnya di rumah.
“Senang sekali, Pak. Di sini banyak teman, sekolahnya bagus, ada komputer, makanannya enak, dan kamarnya bagus, bahkan lebih bagus dibanding kamar di rumah,” ujar Alvin saat berbincang dengan Vasko.
Alvin juga mengaku baru pertama kali menikmati berbagai fasilitas pendidikan dan asrama seperti gedung bertingkat, ruang belajar yang dilengkapi komputer, serta kamar mandi yang bersih dengan fasilitas shower. Pengalaman tersebut membuatnya semakin bersemangat menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.
Mendengar pengakuan itu, Vasko mengaku terharu. Menurutnya, cerita Alvin menjadi gambaran nyata bahwa pemerataan akses pendidikan yang berkualitas sangat dibutuhkan, terutama bagi anak-anak yang berasal dari keluarga prasejahtera.
“Anak keluarga prasejahtera bukan tidak pintar, mereka hanya belum memiliki kesempatan yang sama. Setiap anak memiliki mimpi untuk meraih cita-citanya. Yang sering membedakan hanyalah keadaan dan kesempatan,” kata Vasko.
Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak di Sumatera Barat untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Menurutnya, pendidikan merupakan cara paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
“Tidak ada anak yang memilih lahir dari keluarga miskin, tetapi setiap anak berhak memilih masa depannya. Ketika satu anak dari keluarga prasejahtera berhasil, yang berubah bukan hanya kehidupannya, tetapi juga kehidupan satu keluarga bahkan satu generasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Vasko juga meninjau ruang kelas, asrama, ruang makan, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Ia menilai sarana yang tersedia telah memberikan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus mampu meningkatkan rasa percaya diri para peserta didik.
“Bangunannya sangat bagus, fasilitasnya lengkap. Ini menjadi solusi bagi anak-anak Sumatera Barat yang berasal dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan yang layak, bahkan yang bertaraf internasional,” ungkapnya.
Vasko turut mengingatkan seluruh siswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh, rajin belajar, disiplin, dan menjaga kebersamaan selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Ia juga berpesan kepada kepala sekolah dan seluruh pengelola agar menjaga kebersihan lingkungan serta merawat seluruh fasilitas yang telah dibangun pemerintah sehingga tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya merupakan Sekolah Rakyat permanen pertama di Sumatera Barat dengan kapasitas hingga 1.000 siswa yang mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027. Saat ini sekolah tersebut menampung 390 peserta didik, terdiri atas 268 siswa dari Kabupaten Dharmasraya, 60 siswa dari Kabupaten Solok, 60 siswa dari Kota Padang, serta masing-masing satu siswa dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Bukittinggi.
Seluruh peserta didik memperoleh pendidikan secara gratis dengan sistem berasrama. Pemerintah juga menyediakan tempat tinggal, makanan bergizi, perlengkapan belajar, komputer, akses internet, serta pembelajaran berbasis teknologi digital sebagai upaya membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.