Mahyeldi: Guru Penentu Masa Depan Pendidikan, Kompetensi Harus Terus Ditingkatkan

PenaHarian.com
12 Jul 2026 20:13
3 menit membaca

BUKITTINGGI — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru. Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga pendidik merupakan langkah penting untuk mencetak generasi yang kritis, kreatif, berkarakter, serta mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Hal itu disampaikan saat membuka Workshop Peningkatan Profesi Guru Berkelanjutan bertema Meningkatkan Kecanggihan Berpikir Siswa (Higher Order Thinking Skills/HOTS) di SMAN 2 Bukittinggi, Sabtu (11/7/2026).

Workshop tersebut diikuti guru dari berbagai sekolah di Sumatera Barat. Mahyeldi mengapresiasi semangat para peserta yang tetap memanfaatkan masa libur sekolah untuk mengikuti pelatihan demi meningkatkan kemampuan profesional sebagai pendidik.

Ia menyebut komitmen guru untuk terus belajar merupakan investasi besar bagi kemajuan pendidikan sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sumbar.

“Terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu guru yang telah meluangkan waktu liburnya untuk hadir. Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi ikhtiar bersama menyiapkan masa depan bangsa,” kata Mahyeldi.

Menurutnya, tanggung jawab menciptakan pendidikan yang berkualitas tidak bisa hanya dibebankan kepada peserta didik. Guru memegang peranan penting dalam membimbing proses belajar, mengembangkan potensi, sekaligus membentuk karakter setiap anak.

Mahyeldi juga mengingatkan bahwa profesi guru merupakan pekerjaan yang sangat mulia karena ilmu yang diberikan akan terus memberikan manfaat bagi banyak orang. Ia menilai seorang guru akan selalu dikenang melalui ilmu yang diwariskan kepada para muridnya.

“Siapa yang memiliki ilmu yang bermanfaat? Itu guru. Ilmu yang bermanfaat tidak akan pernah terputus. Karena itu saya melihat guru memiliki umur yang panjang, sebab ilmunya terus hidup dan doa murid-muridnya terus mengalir,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, termasuk melalui pengembangan sarana dan prasarana. Salah satu program yang menjadi cita-cita pemerintah daerah adalah menghadirkan asrama di seluruh SMA dan SMK sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan karakter peserta didik.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Minang Diaspora Network-Global (MDN-G), Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D., mengatakan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi bekal utama bagi peserta didik dalam menghadapi perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.

Menurut Fasli, guru tidak lagi cukup hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga harus membangun karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta ketangguhan siswa menghadapi tantangan masa depan, termasuk jenis pekerjaan yang saat ini belum ada.

“Pertanyaannya bukan lagi apakah kita hanya meluluskan siswa, tetapi apakah kita menyiapkan mereka menghadapi masa depan. Lebih dari separuh pekerjaan yang akan mereka hadapi nanti bahkan belum kita kenal hari ini,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan terbuka, sehingga siswa berani menyampaikan pendapat, mencoba hal baru, belajar dari kegagalan, dan bangkit kembali.

“Semakin sering anak bangkit dari kegagalan, semakin kuat karakter dan ketangguhannya. Itulah pendidikan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Gubernur Mahyeldi menyerahkan bantuan laptop kepada pihak SMAN 2 Bukittinggi. Bersama para narasumber, ia juga menyerahkan beasiswa kepada sejumlah peserta serta meresmikan produk Paragon SMAN 2 Bukittinggi yang ditandai dengan pemotongan pita.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x