Asrama SLTA Jadi Strategi Pemprov Sumbar Pemerataan Pendidikan dan Pembinaan Karakter

PenaHarian.com
16 Mei 2026 11:37
2 menit membaca

Padang, – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tengah merancang pembangunan fasilitas asrama di sekolah jenjang menengah atas sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan sekaligus pemerataan akses bagi siswa di berbagai daerah. Program ini akan dilaksanakan bertahap, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah serta tingkat kebutuhan masing-masing sekolah. Hal itu disampaikan Gubernur Mahyeldi Ansharullah di Padang, Jumat (15/5/2026).

Menurut Mahyeldi, kondisi geografis Sumbar yang berbukit dan memiliki wilayah kepulauan membuat tidak semua siswa mudah menjangkau sekolah unggulan atau sekolah dengan fasilitas memadai. Karena itu, keberadaan asrama dinilai penting agar seluruh pelajar memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa terkendala jarak maupun keterbatasan ekonomi keluarga.

Ia menjelaskan, fungsi asrama tidak sekadar sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai agama dan kebersamaan di lingkungan sekolah. Pola pendidikan berasrama dinilai memberi ruang pembinaan yang lebih efektif, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan kepribadian siswa.

Melalui sistem ini, penguatan intelektual diharapkan berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan soft skill siswa melalui berbagai kegiatan pembinaan. Nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah juga akan menjadi dasar dalam pola pengasuhan di lingkungan asrama.

Mahyeldi menilai, sekolah berasrama dapat menjadi langkah antisipasi terhadap berbagai persoalan sosial di kalangan remaja, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan menyimpang, hingga kecanduan game online. Selain itu, keberadaan asrama juga meringankan beban keluarga, terutama bagi siswa dari daerah terpencil yang harus menempuh perjalanan jauh untuk bersekolah.

Pada tahap awal, program ini akan difokuskan pada sekolah favorit yang memiliki siswa dari lintas kabupaten dan kota. Target pemerintah provinsi adalah setiap kabupaten dan kota memiliki minimal satu sekolah unggulan dengan fasilitas asrama secara bertahap.

Sekolah yang diprioritaskan adalah yang memiliki jumlah siswa besar, kesiapan lahan, serta dukungan dari komite sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar. Wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan dan transportasi juga menjadi perhatian utama dalam penentuan lokasi pembangunan.

Mahyeldi berharap rencana ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk legislatif dan masyarakat, karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong lahirnya generasi muda Sumbar yang cerdas, tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x