Sekda Sumbar Dorong Penguatan Klaster Bangun Sistem Tangguh Bencana di Sumbar

PenaHarian.com
21 Apr 2026 16:58
2 menit membaca

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat langkah kolaboratif lintas sektor guna membenahi sistem penanggulangan bencana melalui pendekatan klaster. Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Sumbar, Arry Yuswandi, saat membuka Workshop Pertemuan Lintas Sektoral Pendukung Klaster Penanggulangan Bencana di The ZHM Premiere Hotel Padang, Selasa (21/04/2026).

Arry menilai karakter bencana di Sumbar yang kompleks menuntut cara kerja yang terintegrasi antar pemangku kepentingan. Ia mengingatkan kembali bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 sebagai pelajaran penting bagi semua pihak.

Peristiwa tersebut berdampak luas, mulai dari korban jiwa, pengungsian, kerusakan infrastruktur, hingga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Tercatat 264 orang meninggal dunia, 72 orang hilang, dan lebih dari 10 ribu warga harus mengungsi.

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi multipihak yang tersusun rapi, sistematis, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan kebijakan nasional yang diamanatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pemerintah daerah mendorong penerapan pendekatan klaster dalam seluruh fase penanggulangan, mulai pra bencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.

Namun Arry mengakui, penerapan klaster di daerah masih menghadapi tantangan. Fungsi klaster yang telah dibentuk belum berjalan optimal, pembagian peran belum sepenuhnya jelas, dan mekanisme koordinasi masih perlu diperkuat.

Melalui forum ini, ia berharap terbangun pemahaman bersama yang lebih solid, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta tersusunnya rencana aksi yang benar-benar bisa diterapkan di lapangan.

Ia juga menegaskan peran strategis pemerintah provinsi dalam mengorkestrasi sinergi antar pihak, agar kebijakan dan langkah penanggulangan bencana berjalan tepat sasaran.

Pemprov Sumbar, lanjutnya, menyambut baik kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini, termasuk keterlibatan Platform Sumbar Pulih dan Yayasan Plan International Indonesia. Kerja sama pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra pembangunan dinilai penting untuk memperkuat ketangguhan daerah.

Arry berharap dari pertemuan ini lahir struktur koordinasi klaster yang jelas, pembagian peran yang tegas, serta rencana aksi yang berkelanjutan sehingga pendekatan klaster benar-benar menjadi bagian integral dalam sistem penanggulangan bencana di Sumatera Barat.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumbar beserta jajaran, pimpinan Yayasan Plan International Indonesia, pimpinan Platform Sumbar Pulih, BPBD kabupaten/kota, unsur OPD, TNI/Polri, instansi vertikal, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, relawan kebencanaan, serta para narasumber dan fasilitator.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x