Percepatan Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Jadi Fokus Mahyeldi untuk Bangkitkan Ekonomi Kabupaten Solok

PenaHarian.com
23 Feb 2026 05:14
2 menit membaca

SOLOK — Gubernur Mahyeldi Ansharullah menegaskan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana menjadi langkah utama untuk memulihkan perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Solok. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Solok di ruang rapat Perpustakaan Kabupaten Solok, Minggu (22/2/2026).

Mahyeldi menyebut, Kabupaten Solok merupakan salah satu daerah di Sumatera Barat yang mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana hidrometeorologi, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp1,9 triliun. Sejumlah jalan rusak berat dan beberapa jembatan terputus, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian dan kunjungan wisata.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur harus segera dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal. Ia menekankan bahwa infrastruktur yang baik akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat sektor unggulan daerah, terutama pertanian dan pariwisata.

Mahyeldi juga menilai Kabupaten Solok memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. Keindahan alam seperti kawasan Alahan Panjang dan danau-danau yang dimiliki menjadi daya tarik kuat, yang jika didukung infrastruktur memadai, berpeluang berkembang hingga tingkat nasional dan internasional.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyambut baik dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar dalam percepatan pembangunan pascabencana. Ia menjelaskan, bencana yang terjadi berdampak luas, mulai dari kerusakan rumah, infrastruktur, hingga melemahnya perekonomian masyarakat.

Ia mengatakan, perbaikan akses menuju kawasan wisata seperti Gunung Talang dan Danau Diatas di kawasan Alahan Panjang menjadi prioritas. Kawasan tersebut dikenal memiliki panorama indah dan udara sejuk, bahkan sering dijuluki sebagai “Eropa-nya Sumatera”.

Sementara itu, Wakil Bupati Solok, H. Candra, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis, termasuk percepatan pembangunan fly-over di kawasan Sitinjau Lauik. Infrastruktur ini dinilai penting untuk memperlancar konektivitas dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Ia menambahkan, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung daerah karena sekitar 56,2 persen masyarakat Kabupaten Solok bekerja sebagai petani. Oleh karena itu, integrasi antara pertanian dan pariwisata akan terus didorong agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Melalui sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten serta fokus pada perbaikan infrastruktur, pertanian, dan pariwisata, diharapkan pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok dapat berjalan lebih cepat dan mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x