
PADANG – Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter, pembinaan nilai-nilai agama, serta pengawasan lingkungan sosial menyusul munculnya dugaan kasus perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang kembali menjadi perhatian di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP). Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian bersama sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda, Selasa (19/5/2026).
Muharlion menilai isu tersebut tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan individu, melainkan perlu disikapi melalui langkah-langkah pembinaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Ia menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda agar tetap berpegang pada nilai-nilai agama, budaya, dan norma yang berlaku.
“Pencegahan perilaku menyimpang tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Semua pihak harus terlibat, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh adat, hingga lingkungan sosial,” ujar Muharlion.
Ketua DPRD Kota Padang itu juga menyoroti besarnya pengaruh perkembangan teknologi informasi dan media sosial terhadap pola pergaulan generasi muda. Menurutnya, kemudahan mengakses berbagai platform digital membawa tantangan tersendiri karena memungkinkan masuknya berbagai konten yang tidak sejalan dengan norma sosial, budaya, dan nilai-nilai agama.
Karena itu, Muharlion mendorong adanya penguatan pengawasan terhadap ruang digital, disertai peningkatan literasi digital bagi pelajar dan mahasiswa agar mampu menyaring informasi serta menggunakan media sosial secara bijak.
Ia juga menegaskan bahwa upaya pembinaan generasi muda memerlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya karakter generasi muda yang berakhlak, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Muharlion berharap seluruh pihak dapat memperkuat peran masing-masing dalam membina generasi muda sehingga berbagai tantangan sosial di era digital dapat dihadapi melalui pendekatan edukatif, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai moral.