
PADANG – DPRD Kota Padang terus mengawal percepatan pembangunan Jembatan Kalawi di Jalan Koto Panjang, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh. Jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat itu saat ini mengalami kerusakan cukup parah, sehingga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Proses pembangunan ulangnya kini telah memasuki tahap perencanaan desain. Sabtu (4/4/2026).
Anggota DPRD Kota Padang, Rafdi, mengatakan pihaknya terus mendorong agar pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan. Menurutnya, koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang telah dilakukan untuk membahas berbagai kendala teknis yang masih dihadapi di lapangan.
“Alhamdulillah, saat ini pembangunan Jembatan Kalawi sudah masuk tahap desain. Dalam waktu dekat, kita akan segera berkoordinasi dengan BPJN agar proses ini bisa berjalan lancar,” ujar Rafdi.
Ia menjelaskan, penyusunan desain menjadi tahapan yang sangat penting agar pembangunan jembatan benar-benar sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Selain itu, proses tersebut juga diharapkan mampu mengakomodasi berbagai aspek, termasuk pemanfaatan lahan di sekitar lokasi pembangunan.
Di sisi lain, kondisi Jembatan Kalawi saat ini memang membutuhkan perhatian serius. Sejumlah lantai jembatan yang menggunakan plat besi dilaporkan telah banyak terlepas, sehingga berpotensi membahayakan masyarakat yang melintas setiap hari.
Rafdi turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang ikut mendorong percepatan pembangunan Jembatan Kalawi. Dukungan tersebut datang dari Anggota DPR RI Zigo Rolanda, Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Iqra Chissa, serta Anggota DPRD Kota Padang Helmi Moesim.
“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak. Ini bentuk kolaborasi yang sangat penting agar pembangunan jembatan ini bisa segera terealisasi,” katanya.
Jembatan Kalawi memiliki fungsi strategis bagi masyarakat Kecamatan Pauh. Selain menjadi akses alternatif menuju kawasan Universitas Andalas (Unand) dan pusat Kota Padang, jembatan ini juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian, akses menuju fasilitas kesehatan, serta penghubung antarwilayah yang mendukung aktivitas masyarakat setiap hari.