Hilirisasi Gambir Dipercepat, Kadisbun Sumbar Afniwirman Tindaklanjuti Arahan Mentan Bangun Pabrik

PenaHarian.com
17 Apr 2026 16:25
2 menit membaca

Padang, – Pemerintah pusat bersama BUMN dan perguruan tinggi menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan gambir sebagai langkah nyata mengatasi fluktuasi harga dan ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Upaya hilirisasi ini dipacu untuk meningkatkan nilai tambah komoditas gambir sekaligus kesejahteraan petani di Sumatera Barat.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar, Afniwirman, menyebut dorongan hilirisasi kembali menguat setelah kunjungan Menteri Pertanian pada September 2025. Dalam kunjungan tersebut ditegaskan bahwa gambir memiliki nilai ekonomi tinggi bila diolah lebih lanjut, sehingga direncanakan pembangunan pabrik pengolahan.

“Waktu kunjungan Pak Menteri, disampaikan bahwa gambir ini punya nilai ekonomi tinggi jika dihilirisasi. Maka direncanakan pembangunan pabrik pengolahan gambir,” ujar Afniwirman saat diwawancarai, Kamis (16/4/2026) dilansir dari kompas.com.

Rencana ini kini masuk tahap kajian teknis yang melibatkan BUMN dan kalangan akademisi. PTPN IV ditugaskan mengembangkan proyek dengan menggandeng Universitas Andalas untuk merancang konsep hilirisasi yang tepat.

Dalam konsep awal, disiapkan dua lokasi pembangunan pabrik, yakni di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Limapuluh Kota. Kedua daerah ini dipilih karena menjadi sentra dominan produksi gambir di Sumbar.

Meski demikian, pembangunan akan dilakukan bertahap sesuai hasil kajian teknis dari Unand. Penentuan lokasi prioritas mempertimbangkan efisiensi, kesiapan lahan, serta faktor pendukung lainnya.

Selama ini, gambir Sumatera Barat dikenal berkualitas tinggi, namun mayoritas masih dijual dalam bentuk mentah. Akibatnya, nilai tambah lebih banyak dinikmati pihak di luar daerah bahkan luar negeri, sementara petani di tingkat hulu menghadapi fluktuasi harga akibat dinamika pasar global.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menilai ketergantungan pada ekspor bahan mentah membuat posisi tawar petani lemah. Ia mencontohkan kondisi geopolitik, termasuk konflik yang melibatkan Iran di Timur Tengah, dapat memengaruhi kelancaran perdagangan dan permintaan gambir.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pemerintah juga mendorong peningkatan produksi dan efisiensi biaya melalui bantuan alat pengolahan. Dengan produksi meningkat dan biaya ditekan, pendapatan petani diharapkan tetap terjaga meskipun harga pasar mengalami penurunan.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x