Safari Ramadan di Padang Pariaman, Sekda Sumbar Dorong Solidaritas dan Pengawalan Pemulihan Pascabencana

PenaHarian.com
4 Mar 2026 13:36
3 menit membaca

PADANG PARIAMAN — Tim Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, mengunjungi Masjid Hidayah di Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, Selasa (3/3/2026).

Pengurus Masjid Hidayah menyampaikan bahwa bangunan tersebut awalnya berstatus mushala dan direnovasi secara swadaya pada 2023 dengan anggaran sekitar Rp2 miliar. Sejak 2025, statusnya resmi menjadi masjid. Meski demikian, sejumlah fasilitas seperti menara, tempat wudu, dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) belum terbangun karena keterbatasan dana.

Masyarakat berharap kehadiran Tim Safari Ramadan Provinsi dapat membantu mendorong percepatan pembangunan fasilitas tersebut, agar masjid semakin optimal sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Rudi Repinaldi Rilis, dalam kesempatan itu memaparkan kondisi daerah pascabencana yang terjadi akhir November lalu. Sebanyak 56 jembatan terdampak, dengan 36 di antaranya mengalami rusak berat. Selain itu, 40 saluran irigasi serta sejumlah ruas jalan kabupaten juga mengalami kerusakan.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah memperoleh dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Di antaranya perbaikan tujuh jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp270 miliar dari pemerintah pusat, rehabilitasi lahan terdampak bencana oleh Kementerian Pertanian senilai Rp12,7 miliar, serta bantuan sosial dari Kementerian Sosial.

“Kami berharap berbagai bantuan tersebut dapat kita kawal bersama agar benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukan,” ujar Rudi.

Menanggapi hal itu, Arry Yuswandi menyampaikan bahwa Safari Ramadan tahun ini melibatkan 14 tim yang turun ke berbagai daerah untuk memperkuat silaturahmi dan menyampaikan informasi pembangunan. Berdasarkan data BNPB, Sumatera Barat termasuk daerah yang relatif cepat bangkit pascabencana berkat kuatnya solidaritas masyarakat.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan mitigasi agar risiko bencana dapat ditekan di masa mendatang.

Arry juga menegaskan beberapa sektor prioritas Pemprov Sumbar dalam percepatan pembangunan, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi berbasis UMKM, optimalisasi sektor pariwisata, serta pengembangan program unggulan Nagari Creative Hub sebagai penggerak ekonomi nagari.

Terkait rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, dari total usulan Rp21 triliun, pemerintah pusat telah menyetujui Rp8 triliun untuk Sumatera Barat. Ia berharap anggaran tersebut dapat dioptimalkan melalui pengawalan dan komitmen bersama demi mempercepat pemulihan daerah.

Dalam kunjungan itu, Sekda Provinsi Sumbar juga menyerahkan sejumlah bantuan. Untuk Masjid Hidayah diberikan dana hibah sebesar Rp50 juta, 40 Al-Qur’an dari ASN Pemprov Sumbar, satu dus kain sarung dari Baznas, tambahan Al-Qur’an dan alat kebersihan dari Kementerian Agama Padang Pariaman, serta bantuan CSR dari Bank Nagari sebesar Rp5 juta.

Selain itu, Dinas Sosial Provinsi Sumbar menyalurkan bantuan biaya pemakanan sebesar Rp840 juta untuk enam panti swasta di Kabupaten Padang Pariaman, yakni Panti Asuhan Bhakti Sicincin, Panti Aisyah Lubuk Alung, Panti Asuhan Bhakti Lubuk Alung, PSAA Mukarramah Pauh Kamba, PSAA Ummatul Yaqin, dan Panti Asuhan Al Kausar Muhammadiyah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekda Kabupaten Padang Pariaman Rudy Repenaldi Rilis, S.STP, MM, perwakilan Kanwil Kemenag Padang Pariaman, Camat Batang Anai Zulbasri, S.Sos, unsur Forkopimca, Wali Nagari Sungai Buluh Agustalidin, tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta Ketua Pengurus Masjid Masril.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x