LIMA PULUH KOTA — Keheningan dini hari di Jorong Bumbuag, Nagari Situjuah Batua, mendadak pecah oleh ketukan pintu menjelang sahur. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, datang tanpa seremoni ke rumah sederhana milik Ical (43), Selasa (24/2/2026) pukul 03.45 WIB.
“Assalamualaikum,” ucap Mahyeldi sembari mengetuk pintu rumah kayu yang ditempati Ical bersama istrinya, Wiwit (35), dan dua anak mereka.
Hunian itu berukuran kecil tanpa kamar, hanya disekat triplek, dengan beberapa bagian dinding yang sudah berlubang. Di rumah itulah keluarga tersebut menjalani keseharian.
Dalam suasana Ramadan, Mahyeldi bersama Wakil Bupati Lima Puluh Kota dan jajaran Baznas melaksanakan sahur bersama keluarga Ical. Pada kesempatan itu diserahkan bantuan untuk perbaikan rumah tidak layak huni.
Bantuan yang diberikan meliputi Rp25 juta dari Baznas Sumbar untuk rehabilitasi rumah, paket sembako dari Pemprov Sumbar, CSR Bank Nagari sebesar Rp2,5 juta, tambahan Rp2,5 juta dari kepala sekolah SMA di Payakumbuh, Rp1 juta dari Bapenda Lima Puluh Kota, serta Al-Qur’an.
“Bismillahirrahmanirrahim. Ini bantuan untuk rehab rumah Pak Ical agar bisa tinggal lebih layak. Mudah-mudahan menjadi berkah untuk kita semua. Nanti Baznas akan membantu proses pencairannya,” ujar Mahyeldi.
Ia juga meninjau langsung kondisi rumah dan berdialog dengan keluarga tersebut. Mahyeldi menanyakan kondisi atap yang sebelumnya bocor dan kini telah diperbaiki sedikit demi sedikit oleh Ical.
Gubernur turut memberi semangat kepada anak Ical yang bercita-cita menjadi polisi agar rajin belajar dan tidak menyerah mengejar impian.
Menurut Mahyeldi, kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan warga yang membutuhkan benar-benar mendapatkan perhatian. Ia menyebut Ical bekerja sebagai petani, sementara istrinya ibu rumah tangga dengan dua anak yang masih membutuhkan dukungan.
Mahyeldi berharap proses bedah rumah segera terlaksana sehingga keluarga itu dapat menempati hunian yang lebih sehat dan aman. Ia juga mendorong adanya penguatan ekonomi keluarga, termasuk memfasilitasi keinginan Ical untuk berjualan agar lebih mandiri.
Kepada Baznas dan aparat setempat, ia meminta agar pengerjaan segera ditindaklanjuti, termasuk meninggikan lantai rumah supaya tidak lembap dan lebih aman.
Ical mengaku terharu atas perhatian tersebut. Ia tak menyangka rumahnya akan didatangi langsung oleh gubernur dan dijadikan tempat sahur bersama.
“Biasanya cuma lihat di TV. Sekarang Pak Gubernur datang langsung dan sahur di rumah kami. Saya sangat terharu,” ujarnya.
Usai dari Situjuah Batua, Mahyeldi melanjutkan agenda ke Masjid Akhdhar Ladang Laweh untuk menunaikan salat subuh. Di sana ia memberikan ceramah kepada generasi muda serta menyerahkan bantuan Rp25 juta dan Al-Qur’an untuk masjid.
Kunjungan singkat di waktu sahur itu menjadi momen berkesan bagi keluarga Ical. Di tengah keterbatasan, mereka mendapat harapan baru akan rumah yang lebih layak dan masa depan yang lebih baik.