Tiga Daerah Sumbar Sabet Penghargaan Nasional, Mahyeldi: Hasil Kerja Nyata yang Terukur

PenaHarian.com
26 Apr 2026 15:23
2 menit membaca

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menghadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Kehadirannya sekaligus menyaksikan capaian membanggakan tiga kabupaten/kota di Sumbar yang meraih penghargaan tingkat nasional. Sabtu (25/4/2026).

Apresiasi ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk mendorong peningkatan kinerja daerah melalui skema insentif fiskal. Kebijakan tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, yang membuka ruang pemberian penghargaan berbasis capaian kinerja.

Dalam penilaian, Kemendagri menetapkan empat kategori, yakni penurunan tingkat pengangguran, penurunan kemiskinan dan stunting, creative financing, serta pengendalian inflasi. Daerah dengan capaian terbaik menerima insentif fiskal dengan nilai juara I sebesar Rp3 miliar, juara II Rp2 miliar, dan juara III Rp1 miliar.

Hasilnya, tiga daerah di Sumbar mencatat prestasi. Kota Bukittinggi meraih juara III kategori kota terbaik dalam pengendalian inflasi. Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Kepulauan Mentawai masing-masing meraih juara I dan juara II kategori kabupaten terbaik dalam penurunan tingkat pengangguran.

Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi kebanggaan bersama sekaligus bukti bahwa upaya yang dilakukan pemerintah daerah di Sumbar memberikan dampak nyata dan mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Ia berharap capaian ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh pemerintah daerah di Sumbar untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat sinergi, dan menjaga konsistensi menghadirkan program yang langsung dirasakan masyarakat.

Dalam kegiatan itu, Gubernur didampingi sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama Pemerintah Provinsi Sumbar, di antaranya Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Febrina Tri Susila Putri, Kepala Bappeda Zefnihan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Firdaus Firman, serta Kepala Biro Umum Andree Harmadi Algamar.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x