Jokowi Minta Format Debat Pilpres Diperbaiki: Fokus pada Kebijakan dan Visi

PenaHarian.com
8 Jan 2024 18:30
2 menit membaca

Banten, – Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginannya untuk meningkatkan format debat pemilihan presiden (pilpres) agar lebih berfokus pada kebijakan dan visi ke depannya. Dalam keterangan pers di Serang, Banten, Senin (8/1/2024), Jokowi menyatakan perlunya “rambu-rambu” dalam debat agar lebih hidup, sambil menekankan bahwa serangan antar paslon diperbolehkan selama berfokus pada kebijakan, policy, dan visi.

“Saling menyerang enggak apa-apa tapi (soal) kebijakan, policy, visinya yang diserang,” tegas Jokowi. Dia juga menegaskan bahwa upaya untuk menjatuhkan lawan dengan motif personal seharusnya dihindari karena hal tersebut tidak memberikan pendidikan dan kurang memberikan substansi pada debat.

Kepala Negara juga menyoroti pelaksanaan debat ketiga Pilpres 2024 yang menurutnya kurang menampilkan substansi dan visi dari para calon presiden (capres). Jokowi mengungkapkan kekecewaannya terhadap fokus debat yang lebih kepada saling serang personal daripada membahas isu-isu penting terkait kebijakan, hubungan internasional, dan geopolitik.

Debat ketiga Pilpres 2023, diikuti oleh Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo, digelar di Istora Senayan, Jakarta dengan mengangkat tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik. Presiden menyatakan kekhawatiran atas kecewa yang mungkin dialami banyak orang terhadap jalannya debat tersebut.

Jokowi berharap adanya perubahan ke arah yang lebih konstruktif dan berfokus pada kebijakan serta visi agar debat Pilpres ke depannya lebih memberikan pendidikan dan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.