Gubernur Mahyeldi Gandeng Danantara dan BUMN Percepat Investasi serta Infrastruktur Strategis Sumbar

PenaHarian.com
16 Apr 2026 06:58
3 menit membaca

Jakarta, – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah bersama para bupati dan wali kota se-Sumbar menggelar rapat koordinasi dengan COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN, Dony Oskaria di Kantor BP BUMN, Jakarta, guna membahas percepatan investasi dan pembangunan infrastruktur strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pertemuan ini berlangsung Rabu (15/4/2026).

Dalam rapat tersebut, Dony Oskaria menegaskan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Sumbar sangat ditentukan oleh besarnya investasi yang masuk ke sektor-sektor produktif. Ia menilai, hingga kini investasi di Sumbar belum sepenuhnya optimal sehingga diperlukan langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menarik minat investor.

Menurutnya, investasi yang didorong harus berorientasi pada padat karya agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Pemerintah daerah juga diminta aktif membangun iklim investasi yang kondusif, mulai dari kepastian ekosistem usaha, hilirisasi komoditas, hingga dukungan infrastruktur.

Dony juga menekankan pentingnya memastikan dampak investasi benar-benar dirasakan di daerah. Keterlibatan tenaga kerja lokal serta pencatatan badan usaha di Sumbar dinilai penting agar manfaat ekonomi tidak keluar dari wilayah tersebut.

Ia menyebut sejumlah potensi sektor yang bisa ditawarkan kepada investor, di antaranya hilirisasi kelapa dan gambir, akuisisi pabrik kelapa, pengembangan kawasan kuliner tematik, pariwisata, serta dukungan terhadap proyek infrastruktur strategis.

Dari sisi infrastruktur, Dony mendorong percepatan proyek strategis nasional di Sumbar. Menurutnya, ketersediaan infrastruktur menjadi faktor utama yang menentukan masuknya investasi ke daerah.

Sementara itu, Mahyeldi menyampaikan harapan agar Danantara dan BP BUMN dapat mendukung percepatan realisasi investasi serta pembangunan infrastruktur di Sumbar. Pemerintah provinsi, katanya, telah memetakan potensi daerah sekaligus menetapkan prioritas pembangunan yang sedang berjalan maupun yang masih dalam tahap perencanaan.

Sejumlah program yang telah berprogres antara lain pengembangan energi panas bumi, pembangunan Jalan Tol Sicincin–Pangkalan, pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, serta penanganan infrastruktur pascabencana di kawasan Lembah Anai.

Mahyeldi juga mengungkapkan bahwa pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang masih mengalami perlambatan akibat keterbatasan anggaran daerah, sehingga membutuhkan dukungan dari Danantara untuk percepatannya.

Adapun program yang masih dalam perencanaan meliputi penyusunan peta jalan Sumbar Hijau, reaktivasi jalur kereta api, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mentawai dan Mandeh, serta pelebaran ruas jalan Bukittinggi–Payakumbuh.

Ia meyakini, apabila seluruh rencana strategis tersebut dapat direalisasikan, maka iklim investasi di Sumbar akan semakin baik dan pertumbuhan ekonomi daerah akan meningkat signifikan.

Mahyeldi berharap sinergi antara Danantara, BUMN, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota dapat menjadi solusi bersama dalam menjawab tantangan pembangunan yang berkelanjutan di Sumbar.

Dalam rapat tersebut, Mahyeldi didampingi sejumlah kepala OPD Pemprov Sumbar, di antaranya Kepala Bappeda Zefnihan, Kepala Dinas Perkimtan Ardiansyah, Kepala DPMPTSP Luhur Budianda, Kepala Dinas BMCKTR Armi, Kepala Biro Adpim Nolly Eka Mardianto, serta Kepala Badan Penghubung Aschari.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x