Pasaman, — Kasus dugaan penganiayaan terhadap Nenek Saudah (67), warga Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Rusaimy, secara langsung menemui Kapolda Sumatera Barat dan mendesak agar para pelaku segera ditangkap.
“Terkait Nenek Saudah kemarin, tolong segera dieksekusi, Pak. Siapa pun bekingannya, tangkap. Kita lawan. Ini terlalu kurang ajar,” tegas Wagub Vasko saat bertemu Kapolda Sumbar, Senin (5/1/2026).
Menanggapi desakan tersebut, Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah cepat. Kapolda mengaku langsung memerintahkan Kapolres Pasaman untuk menindaklanjuti kasus tersebut secara serius.
Kapolda bahkan secara langsung menghubungi Kapolres Pasaman, AKBP Muhammad Agus Hidayat, di hadapan Wakil Gubernur Sumbar. Dalam sambungan telepon tersebut, Kapolres Pasaman melaporkan bahwa proses penyelidikan telah berjalan.
“Siap, Jenderal. Kami sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari korban. Ada enam orang nama yang muncul sebagai terduga pelaku, dan korban sudah divisum,” ujar Kapolres Pasaman kepada Kapolda.
Mendengar laporan tersebut, Kapolda Sumatera Barat langsung memerintahkan agar para terduga pelaku segera diamankan. “Hari ini, kalau bisa, langsung tangkap pelaku,” tegas Kapolda kepada Kapolres Pasaman.
Diketahui sebelumnya, berdasarkan keterangan keluarga korban yang viral di media sosial, dugaan penganiayaan terhadap Nenek Saudah terjadi pada Kamis malam, 1 Januari 2026, di wilayah Sibinai, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman. Kasus ini menuai kecaman luas dari masyarakat dan terus menjadi sorotan publik.