GMNI Pasaman dan Solok Raya Antar Dede Kurnia Esysa ke Pengurus DPP GMNI 2025–2028

PenaHarian.com
16 Des 2025 20:44
3 menit membaca

Padang, Sumatera Barat — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Pasaman bersama GMNI Solok Raya resmi mengutus kadernya, Dede Kurnia Esysa, sebagai pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI periode 2025–2028. Pelantikan dijadwalkan berlangsung di Ballroom Hotel Inna Heritage, Denpasar, Bali. Selasa (16/12/2025).

Dede Kurnia Esysa merupakan putra Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman, yang selama ini dikenal aktif dan konsisten berkiprah dalam organisasi GMNI. Penunjukan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kader GMNI di Sumatera Barat, khususnya Pasaman, karena kembali melahirkan nasionalis muda yang berkiprah di tingkat nasional.

Rekomendasi tersebut diberikan secara resmi oleh DPC GMNI Kabupaten Pasaman dan DPC GMNI Solok Raya sebagai bentuk komitmen membangun GMNI pasca Kongres GMNI ke-XXII yang diselenggarakan di Bandung pada Juli 2025 lalu. Langkah ini dipandang sebagai tindak lanjut perjuangan organisasi dengan menempatkan kader terbaik di struktur pusat.

Ketua DPC GMNI Solok Raya, Ihsanul Hamdi, dan Ketua DPC GMNI Kabupaten Pasaman, Andan Hasayangan Hasibuan, menyampaikan bahwa dukungan kepada Dede Kurnia Esysa merupakan bagian dari upaya memperkuat GMNI sebagai wadah juang kaum marhaenis di Sumatera Barat dan nasional pada masa mendatang.

Menurut Andan Hasayangan Hasibuan, rekomendasi tersebut didasari pertimbangan matang pasca kongres. GMNI Pasaman dan Solok Raya ingin tetap terlibat aktif membangun dan membesarkan organisasi, salah satunya dengan menempatkan kader yang dinilai mampu memperkuat struktur dan gerak perjuangan GMNI.

Andan juga menegaskan bahwa Dede Kurnia Esysa direkomendasikan karena rekam jejaknya yang konsisten sebagai marhaenis. Ia dinilai memperjuangkan garis kerakyatan, menjaga marwah organisasi, serta mengedepankan persatuan kader di tubuh GMNI.

Selain itu, Dede Kurnia Esysa disebut sebagai kader pejuang pemikir dan pemikir pejuang yang memiliki hubungan historis dengan pendirian DPC GMNI Kabupaten Pasaman pada tahun 2020. Ia juga dikenal sebagai kader murni GMNI yang aktif membesarkan organisasi di daerah.

Dede Kurnia Esysa tercatat pernah menjadi kader DPC GMNI Padang periode 2017–2019. Setelah itu, ia berpindah ke Pasaman dan turut mengembangkan serta membangun DPC GMNI Pasaman dari awal, sehingga dinilai memahami secara utuh dinamika organisasi GMNI.

Sementara itu, Ihsanul Hamdi menyampaikan bahwa dukungan dari GMNI Solok Raya bukan bersifat simbolik semata. Dukungan tersebut merupakan wujud komitmen memperkuat konsolidasi gerakan dan menempatkan agenda rakyat sebagai poros utama perjuangan GMNI ke depan.

Penunjukan Dede Kurnia Esysa sebagai pengurus DPP GMNI periode 2025–2028 juga menegaskan legitimasi kepengurusan DPP GMNI di bawah kepemimpinan Muhammad Riza Fahlevi sebagai Ketua Umum dan Patra Dewa sebagai Sekretaris Jenderal.

Rekomendasi yang disampaikan kepada Tim Formatur Kongres GMNI ke-XXII dinilai sebagai langkah strategis organisasi. Tim Formatur kemudian memutuskan Dede Kurnia Esysa sebagai salah satu pengurus DPP GMNI untuk periode 2025–2028.

Ihsanul Hamdi dan Andan Hasayangan Hasibuan mengaku bangga karena DPC GMNI di Sumatera Barat, seperti GMNI Solok Raya, GMNI Padang, GMNI Pasaman, dan GMNI Pasaman Barat, memiliki semangat yang sama untuk membangun GMNI yang kuat dan berwatak kerakyatan.

Mereka berharap kehadiran Dede Kurnia Esysa di jajaran DPP GMNI menjadi langkah perjuangan baru, memperkuat proses kaderisasi, serta mendorong rekonsolidasi dan penguatan barisan GMNI yang legitimate di Sumatera Barat.

Dengan masuknya Dede Kurnia Esysa ke kepengurusan DPP GMNI, sejumlah agenda nasional hasil Kongres diharapkan dapat diselenggarakan di Sumatera Barat, seperti Kaderisasi Tingkat Dasar lintas provinsi, Kaderisasi Tingkat Menengah, serta pelaksanaan Rapimnas GMNI tahun 2027.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x