Guru Jadi Energi Utama Penggerak Pendidikan Sumbar

PenaHarian.com
14 Agu 2026 15:51
4 menit membaca

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menegaskan guru memiliki peran penting sebagai penggerak utama kemajuan pendidikan sekaligus penentu kualitas generasi masa depan. Hal itu disampaikannya saat membuka Sumbar Teacher Summit 2026 dan Seminar serta Workshop Pendidikan “Energy of Teacher”, Kamis (13/8/2026).

Menurut Mahyeldi, pendidikan merupakan bagian dari perjuangan mengisi kemerdekaan, terutama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, tugas guru tidak berhenti pada penyampaian ilmu pengetahuan, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, penanaman nilai kebangsaan, penguatan kepercayaan diri, serta persiapan menghadapi perubahan zaman.

“Energy of Teacher mengingatkan kita bahwa guru adalah energi penggerak pendidikan. Guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, menumbuhkan kepercayaan diri, dan menyiapkan generasi yang berilmu serta berdaya saing,” ujar Mahyeldi.

Ia memaparkan, berdasarkan Rapor Pendidikan Sumbar 2025, jenjang SMA, SMK, dan SLB memiliki sekitar 158.414 murid dan 106.926 tenaga pengajar. Sementara itu, Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) tercatat 71,18 atau berada dalam kategori Tuntas Pratama.

Capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan dalam penyelenggaraan pendidikan, meskipun masih terdapat sejumlah persoalan yang harus diselesaikan bersama.

Mahyeldi menyebut, pada aspek literasi dan numerasi, SMA dan SMK masih menunjukkan tren penurunan. Sebaliknya, aspek karakter terus berkembang menuju kategori baik.

Pada pendidikan khusus, literasi, numerasi, dan karakter justru memperlihatkan tren peningkatan menuju kategori baik. Kualitas pembelajaran dan iklim keamanan sekolah juga menunjukkan perkembangan positif.

Namun, ia mengingatkan adanya penurunan pada aspek iklim kebinekaan di SMA, SMK, dan SMALB. Menurutnya, sekolah harus menjadi lingkungan yang aman dan inklusif, sekaligus mampu menghargai keberagaman dan memperkuat persatuan.

“Sekolah harus menjadi ruang yang aman, inklusif, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan persatuan,” katanya.

Mahyeldi menilai kualitas serta kapasitas tenaga pendidik menjadi salah satu kekuatan utama pendidikan Sumbar. Data Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar per Mei 2025 mencatat 20.558 guru telah tersertifikasi dan sekitar 96,6 persen guru sudah memiliki kualifikasi pendidikan S1/D4.

Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 18.386 guru ASN dan 2.540 guru honorer. Namun, Sumbar juga menghadapi tantangan regenerasi karena sekitar 39,1 persen guru diproyeksikan memasuki masa pensiun dalam empat hingga lima tahun mendatang.

Kondisi itu, menurut Mahyeldi, membutuhkan perhatian terhadap kesinambungan tenaga pendidik sekaligus peningkatan kompetensi guru agar kualitas pendidikan tetap terjaga.

Ia mengatakan Sumbar sebenarnya memiliki modal yang cukup untuk menghadapi tantangan tersebut. Saat ini terdapat 1.548 Guru Penggerak, dengan 1.078 guru memenuhi persyaratan untuk menjadi kepala sekolah. Dari jumlah itu, sebanyak 174 Guru Penggerak telah dipercaya menduduki posisi kepala sekolah.

Mahyeldi juga mendorong agar potensi, kreativitas, dan inovasi guru terus diberikan ruang untuk berkembang dan memperoleh apresiasi. Jumlah GTK yang menerima penghargaan meningkat dari 43 orang pada 2023 menjadi 139 orang pada 2024.

Sementara pada 2025, sebanyak 390 GTK mengikuti Apresiasi GTK Sumbar. Menurut Mahyeldi, capaian tersebut menunjukkan semakin besarnya ruang bagi guru dan tenaga kependidikan untuk menunjukkan inovasi serta prestasi.

Ia juga meminta berbagai wadah pengembangan profesi, seperti Komunitas Belajar, MGMP, MKKS, Rumah Pendidikan, dan ruang kolaborasi lainnya, terus dimanfaatkan secara maksimal.

“Semangat dari Teacher Summit ini jangan berhenti di forum, tetapi dibawa kembali ke sekolah dan diwujudkan dalam aksi nyata di ruang kelas,” tegasnya.

Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan perubahan kebutuhan dunia kerja juga menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Mahyeldi menilai pendidik harus terus belajar dan mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut.

Menurutnya, teknologi dapat membantu menyediakan informasi dan memperluas akses terhadap pengetahuan. Namun, peran guru dalam membentuk pola pikir, karakter, nilai, dan keteladanan tetap tidak dapat digantikan.

“Kita ingin generasi Sumatera Barat mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.

Ia mengatakan semangat tersebut sejalan dengan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Dengan demikian, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan tetap berjalan beriringan dengan akhlak, karakter, serta budaya.

Mahyeldi berharap Sumbar Teacher Summit 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem pendidikan melalui semangat belajar, berbagi, berinovasi, dan berkolaborasi.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan, menurutnya, merupakan bagian penting dari arah pembangunan Sumbar.

“Jangan biarkan kegiatan ini hanya menjadi sebuah acara. Jadikan ia sebagai gerakan bersama untuk menghadirkan pendidikan Sumatera Barat yang semakin maju, bermutu, berkarakter, dan berdaya saing. Guru Hebat, Pendidikan Bermutu, Sumatera Barat Maju dan Bermartabat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Mahyeldi juga menerima Piagam Penghargaan dari Indonesia Inspiring Teacher sebagai Tokoh Inspiratif Pendidikan. Penghargaan itu diberikan atas pengabdian dan dedikasinya dalam dunia pendidikan untuk mewujudkan pendidikan berkualitas menuju Indonesia Emas.

Sumbar Teacher Summit 2026 berlangsung pada 13–14 Agustus 2026 dengan menghadirkan Prof. Dr. Ir. Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A. sebagai narasumber.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Founder Indonesia Inspiring Teacher Herdinalsky, Co-Founder Indonesia Inspiring Teacher Saiful Husain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Pimpinan Redaksi Haluan Zul Efendi, serta Kacabdin, Ketua MKKS, dan guru SMA, SMK, dan SLB se-Sumbar. Dalam rangkaian kegiatan yang sama juga dilaksanakan Seminar dan Workshop Pendidikan “Energy of Teacher”.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x