PADANG — Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mendorong kabupaten dan kota di Sumbar meniru langkah Pemerintah Kota Pariaman yang menjalin kerja sama Business to Government (B2G) dengan PT Food Station Tjipinang Jaya untuk memasok kebutuhan pangan Provinsi DKI Jakarta. Ajakan ini disampaikan sebagai strategi memperluas akses pasar komoditas unggulan daerah. Rabu (15/4/2026).
Menurut Vasko, pola kerja sama tersebut dinilai efektif karena tidak lagi sebatas komunikasi antarpemerintah daerah, tetapi langsung terhubung dengan perusahaan daerah di ibu kota. Skema ini membuka peluang pasar yang lebih pasti bagi hasil pertanian masyarakat Sumbar.
Ia menilai sebagian besar daerah di Sumbar memiliki kekuatan di sektor pangan seperti beras, bawang, dan ikan. Di sisi lain, ada daerah yang memiliki kemampuan fiskal kuat namun keterbatasan lahan produksi. Kondisi ini, kata Vasko, menjadi peluang yang harus dimanfaatkan melalui kemitraan yang konkret.
Vasko menekankan pentingnya membangun jembatan distribusi antardaerah agar hasil produksi masyarakat terserap optimal. Rantai pasok yang efisien diyakini dapat berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan di Sumbar.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat penandatanganan nota kesepahaman antara PT Food Station Tjipinang Jaya dan Pemerintah Kota Pariaman pada Senin (13/4), menyebut kebutuhan pangan Jakarta sangat bergantung pada pasokan dari daerah.
Rano mengungkapkan kebutuhan beras Jakarta mencapai sekitar 80 ribu ton per bulan, disertai tingginya permintaan ikan, daging, dan komoditas pangan lain. Ia menilai kerja sama ini menjadi solusi memperkuat ketahanan pangan Jakarta sekaligus membuka pasar lebih luas bagi daerah produsen seperti Sumbar.